Himbara Pastikan Bank BUMN Tak Ikut Danai Akuisisi Saham Freeport
Jakarta — Ditengah ketidakpastian ekonomi global dan domestik, Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) masih optimis dapat menumbungkan angka penyaluran kreditnya hingga double digit pada tahun ini.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Himbara Maryono pada Rapat Dengar Pendapat Komisi XI-DPR RI mengenai proyeksi perekonomian dan perbankan tahun 2019. Menurutnya kondisi kesehatan perbankan saat ini masih sangat menunjukan pertumbuhan.
“Dengan konsolodasi perbankan secara nasional, bank HIMBARA secara total menunjukkan masih lebih tinggi atau lebih baik di industri perbankan,” kata Maryono di Kompleks DPR-RI, Jakarta, Selasa 15 Januari 2019.
Dalam paparannya, Maryono menyebutkan target pertumbuhan kredit Bank Mandiri masih berada diangka 12% hingga 13%. Sedangkan BRI memprediksikan pertumbuhan kredit dikisaran 12% hingga 14%
Sementara untuk BNI memprediksikan angka kredit berada pada angka 13% hingga 15%. Dan untuk BTN sendiri diproyeksikan kreditnya akan mencapai 12% hingga 15% pada tahun 2019.
“Disamping peningkatan kinerja bank HIMBARA yang walapun dalam kondisi global dan nasional banyak faktor yang kurang mendukung, tapi kami memberikan kinerja yang lebih baik dibandingkan industri perbankan nasional,” kata Maryono.
Sebagai informasi, target tersebut nampaknya masih lebih tinggi bila dibandingkan dengan target yang dicanangkan oleh regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) yang memperkirakan kredit berada pada angka 12%. (*)
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More