Jakarta – PT Hillcon Tbk (HILL) pada hari ini (1/3) telah resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai perusahaan ke-21, dimana perusahaan telah berhasil meraup dana hasil IPO sebesar Rp552,87 miliar.
Perusahaan yang bergerak dalam bidang aktivitas perusahaan holding jasa pertambangan dan konstruksi tersebut akan menggunakan perolehan dananya untuk mendukung perkembangan entitas anak perusahaannya yaitu, PT Hillcon Jayasakti (HS).
HILL merinci, sebanyak 55% dana untuk modal kerja yang terkait dengan biaya produksi penambangan, termasuk diantaranya biaya terkait bahan bakar, biaya overhead, dan pemeliharaan seluruh alat-alat berat.
Sedangkan sisanya sebanyak 45% akan digunakan untuk belanja modal yang terdiri atas pembelian alat-alat untuk mendukung kegiatan operasional HS yaitu berupa alat berat seperti main Fleet dan supporting fleet, beserta sarana penunjang lainnya.
Diketahui, melalui IPO tersebut HILL telah menerbitkan saham dengan harga penawaran sebesar Rp1.250 per saham dengan sebanyak 442,3 juta saham baru atau sebanyak 15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan.
IPO HILL juga telah berhasil menarik minat berbagai investor baik asing maupun domestik untuk berpartisipasi dengan penawaran umum perdana saham, dimana perusahaan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak lima kali dengan totalpemegang saham lebih dari sembilan ribu investor.
Direktur Utama HILL, Hersan Qiu, mengatakan, dengan dukungan lebih dari 9 ribu
investor, perusahaan akan berkomitmen untuk mempertahankan kepercayaan yang telah diberikan dan terus meningkatkan kinerja perusahaan.
“Kami optimis bahwa HILL dapat menjadi perusahaan jasa pertambangan nikel terdepan dan turut berkontribusi dalam pengembangan industri nikel di Indonesia,” ucap Hersan dalam keterangan resmi di Jakarta, 1 Maret 2023. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More