Keuangan

HDIT Lepas Seluruh Saham di Bisnis Pindar, Segini Nilainya

Poin Penting

  • HDIT resmi melepas seluruh sahamnya di PT Doeku Peduli Indonesia dengan nilai transaksi Rp18,5 miliar
  • Transaksi divestasi tidak tergolong material karena nilainya di bawah 20 persen ekuitas dan tidak memerlukan penilai independen maupun persetujuan RUPS
  • HDIT menyatakan divestasi justru memperkuat likuiditas dan fleksibilitas keuangan, sementara Doeku tetap beroperasi sebagai fintech P2P lending berizin OJK.

Jakarta – PT Hensel Davest Indonesia Tbk (HDIT) melepas seluruh kepemilikan saham pada entitas anak perusahaan, PT Doeku Peduli Indonesia, platform peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar). 

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, Senin (24/11), aksi korporasi tersebut sekaligus menandai berakhirnya kerja sama HDIT dalam pengelolaan ataupun pengendalian atas DPI.

“Dengan terlaksananya transaksi tersebut, perseroan tidak lagi memiliki hak kepemilikan maupun pengendalian terhadap PT Doeku Peduli Indonesia,” kata Riska Handayani, Corporate Secretary HDIT.

Baca juga : Lengkap! Daftar 97 Perusahaan Terlapor Dugaan Kartel Bunga di Sidang KPPU

Menurutnya, nilai  transaksi pelepasan kepemilikan atas DPI memiliki sebesar Rp18,5 miliar. Nilai transaksi ini berada di bawah 20 persen dari total ekuitas perseroan, sehingga sesuai ketentuan POJK No. 17/POJK.04/2020, transaksi ini bukan merupakan transaksi material dan tidak memerlukan penunjukan penilai independen maupun persetujuan RUPS.

Ia menegaskan, transaksi divestasi ini tidak menimbulkan dampak negatif yang signifikan terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, maupun kelangsungan usaha Perseroan.

Termasuk, dari sisi keuangan, transaksi ini memberikan tambahan likuiditas serta fleksibilitas bagi Perseroan dalam mendukung kegiatan usaha ke depan. 

Baca juga : Sidang Lanjutan Dugaan Kartel Pindar, KPPU Hadirkan Ahli Hukum

“Perseroan memastikan bahwa transaksi ini tidak mengganggu kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban finansial maupun operasional,” jelasnya.

Sebagai informasi, Doeku adalah sebuah perusahaan penyedia layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi atau  fintech peer-to-peer lending

Perusahan ini menyediakan solusi finansial, terutama dalam bentuk pinjaman modal usaha yang ditujukan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. 

Dalam upaya menarik minat calon peminjam dan pemberi pinjaman, Doeku menawarkan suku bunga rendah untuk peminjam dan tingkat pengembalian yang menarik untuk pemberi pinjaman.

Doeku telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor KEP-82/D.05/2021 tanggal 24 Agustus 2021. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

8 hours ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

8 hours ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

9 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

9 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

10 hours ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

11 hours ago