Categories: KeuanganNews Update

Hasil Investasi Tugu Insurance Meroket 277%

Jakarta – Tahun ini nampaknya menjadi tahun gemilang buat PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance). Pasalnya, emiten Anak BUMN PT Pertamina (Persero) ini memiliki kinerja kinclong sampai dengan kuartal III 2019.

Direktur Keuangan dan Jasa Korporat Tugu Insurance Muhammad Syahid mengatakan kinerja positif perusahaan tidak lepas dari kemampuan perseroan untuk meningkatkan hasil investasi dan hasil usaha lainnya.

Per 30 September 2019, hasil investasi konsolidasian perusahaan tercatat sebesar Rp273,96 miliar atau naik 277% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp72,68 miliar, hal tersebut utamanya didukung oleh peningkatan aset investasi.

Selain itu, perubahan mata uang fungsional dari USD ke Rupiah juga berdampak pada peningkatan imbal hasil investasi di level induk perusahaan.

“Peningkatan laba bersih konsolidasian juga turut dikontribusikan dari perolehan hasil usaha lainnya sebesar Rp284,63 miliar atau naik 44% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp197,34 miliar,” kata Muhammad Syahid dalam paparan kinerja perseroan di event Public Expose Tahun 2019 Tugu Insurace di gedung Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 14 November 2019.

Lebih jauh ujarnya, sebagai perusahaan asuransi, Tugu Insurance juga senantiasa menjalankan pengelolaan risiko dengan Prinsip kehati-hatian baik dari aspek underwriting maupun pengelolaan investasi.

Oleh sebab itu, di tengah tantangan ketidakpastian ekonomi global, Tugu Insurance masih berhasil mempertahankan peringkat Global Rating A- (Excellent) dari A.M. Best, yang merupakan lembaga pemeringkat global di bidang perasuransian.

Tugu Insurance merupakan satu-satunya perusahaan asuransi umum nasional yang memiliki predikat rating internasional A- (Excellent) dari A.M. Best. Peringkat ini mencerminkan kinerja keuangan Tugu Insurance yang sangat solid, didukung oleh operasional bisnis yang kuat dan manajemen risiko yang baik. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Defisit APBN 2025 Nyaris 3 Persen, DPR Dorong Optimalisasi Pajak Sektor Strategis

Poin Penting Defisit APBN 2025 mencapai Rp695,1 triliun atau 2,92 persen PDB, melampaui target awal… Read More

14 mins ago

Jurus Baru BSI Garap Segmen Ritel Syariah

Poin Penting BSI meluncurkan Lapak BSI di pasar tradisional untuk memperluas inklusi dan literasi keuangan… Read More

30 mins ago

Respons Anak Buah Purbaya usai Kantor Pusat Ditjen Pajak ‘Diobok-obok’ KPK

Poin Penting DJP menyatakan kooperatif dan mendukung penggeledahan KPK di kantor pusat pajak terkait penyidikan… Read More

50 mins ago

Sri Mulyani Ditunjuk Jadi Dewan Pengurus Yayasan Bill Gates

Poin Penting Sri Mulyani Indrawati resmi ditunjuk sebagai anggota dewan pengurus (governing board) Gates Foundation… Read More

1 hour ago

OJK Data Aset dan Audit Keuangan DSI Buntut Gagal Bayar Rp1,4 Triliun

Poin Penting OJK mendata seluruh aset dan mengaudit keuangan DSI periode 2017–2025 terkait dugaan gagal… Read More

2 hours ago

JTPE Targetkan Penjualan Tumbuh Dua Digit pada 2026, Ini Strateginya

Poin Penting JTPE menargetkan pertumbuhan penjualan dua digit pada 2026, didukung kinerja solid hingga kuartal… Read More

2 hours ago