Poin Penting
Jakarta – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) mencatatkan lonjakan signifikan pada pendapatan investasinya sepanjang 2025.
Emiten dengan kode saham TUGU ini membukukan hasil investasi sebesar Rp717,36 miliar, tumbuh 61,2 persen secara year on year (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Keuangan & Layanan Korporat Tugu Insurance, Fitri Azwar, mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi salah satu motor utama yang menopang kinerja keuangan perseroan tahun buku 2025.
“Kenaikan tajam hasil investasi ditopang oleh strategi alokasi aset yang lebih optimal, khususnya pada instrumen pendapatan tetap seperti obligasi dan deposito,” ujarnya dalam Media Gathering di Jakarta, Jumat (10/4).
Baca juga: Catat Kinerja Solid di 2025, Tugu Insurance Terus Memperkuat Fundamental Bisnis
Fitri menjelaskan, perseroan juga menerapkan pengelolaan durasi portofolio yang lebih adaptif terhadap dinamika suku bunga sehingga mampu menangkap peluang imbal hasil (yield) yang lebih tinggi.
“Pertumbuhan hasil investasi didorong oleh strategi alokasi aset yang lebih optimal, terutama pada instrumen pendapatan tetap seperti obligasi dan deposito,” jelasnya.
Tak hanya itu, kondisi pasar keuangan domestik yang relatif stabil sepanjang 2025 turut menjadi katalis positif bagi performa investasi perusahaan.
“Kondisi pasar keuangan domestik yang relatif stabil sepanjang 2025 juga turut memberikan kontribusi positif terhadap kinerja investasi,” tambah Fitri.
Ia menegaskan, pendekatan investasi yang prudent dan konsisten akan tetap menjadi fondasi utama perseroan dalam menjaga profitabilitas ke depan.
Baca juga: Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025
Selain hasil investasi, Tugu Insurance juga mencatat pendapatan operasional lainnya dari anak perusahaan sebesar Rp542,52 miliar.
“Pendapatan operasional lainnya dari anak perusahaan memberikan kontribusi yang menjaga keseimbangan struktur pendapatan secara keseluruhan,” tutup Fitri. (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting Badan Gizi Nasional (BGN) menerapkan skema kerja hybrid (WFH-WFO) 50% untuk unit yang… Read More
Poin Penting Zulkarnain Sitompul menegaskan kredit macet tidak otomatis menjadi tindak pidana, melainkan bagian dari… Read More
Poin Penting Kadin mendorong dunia usaha meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi seiring pemberlakuan KUHP baru Perusahaan… Read More
Poin Penting PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi mengintegrasikan… Read More
Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menilai data backlog perumahan masih belum akurat… Read More
Poin Penting BTN meresmikan Ecopark Dago sebagai pusat pelatihan SDM berbasis konsep modern dan ramah… Read More