Hasil Evaluasi MSCI Februari 2026: INDF Turun, ACES dan CLEO Keluar

Poin Penting

  • MSCI merilis rebalancing Februari 2026 tanpa penambahan saham Indonesia, dengan tanggal efektif 28 Februari 2026.
  • INDF turun ke MSCI Small Cap, sementara ACES dan CLEO keluar dari MSCI Small Cap; segmen Micro Cap tidak berubah.
  • BEI mengajukan penguatan transparansi ke MSCI, termasuk penerbitan shareholders concentration list dan peningkatan aturan free float.

Jakarta – Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan hasil evaluasi indeks saham Global Standard, Small Cap, dan Micro Cap, untuk periode Februari 2026, dengan tanggal efektif berlaku pada 28 Februari 2026.

Dalam evaluasi kali ini, MSCI masih menerapkan perlakuan sementara terhadap pasar saham Indonesia. Kebijakan tersebut berdampak pada pembekuan penambahan konstituen baru ke dalam indeks global MSCI.

Dengan kondisi tersebut, MSCI pada periode ini hanya melakukan penghapusan konstituen serta penurunan segmen antarindeks berdasarkan ukuran kapitalisasi pasar.

Baca juga: Simak! Ini Hasil Pertemuan OJK dan BEI dengan MSCI

Salah satu emiten yang terdampak adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), yang dikeluarkan dari indeks MSCI Indonesia Global Standard dan diturunkan ke segmen MSCI Indonesia Small Cap.

Sementara itu, pada segmen MSCI Indonesia Small Cap, terdapat dua emiten yang dikeluarkan, yakni PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) dan PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO).

Adapun segmen MSCI Indonesia Micro Cap tidak mengalami perubahan dalam evaluasi kali ini.

BEI Ajukan Usulan Tambahan ke MSCI

Sebagai informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menggelar pertemuan lanjutan dengan MSCI pada Selasa, 11 Februari 2026.

Dalam pertemuan tersebut, BEI mengajukan satu poin tambahan, yakni penerbitan shareholders concentration list atau daftar saham yang terindikasi memiliki kepemilikan pemegang saham yang terkonsentrasi, sebagaimana telah diterapkan di Bursa Hongkong.

“Tentunya dengan implementasi ini akan lebih meningkatkan transparansi dan integritas pasar kita ke depannya,” kata Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI kepada media di Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.

Baca juga: BEI Kembali Lanjutkan Pertemuan dengan MSCI, Ini Hasilnya

Adapun, BEI sebelumnya telah mengajukan proposal dengan tiga poin utama, pertama penyempurnaan klasifikasi investor di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dari 9 kategori dalam struktur Single Investor Identification (SID) menjadi 28 subkategori investor. 

Lalu poin kedua, perluasan keterbukaan informasi terkait kepemilikan saham dengan perincian data pemegang saham yang tidak lagi terbatas pada kepemilikan di atas 5 persen keterbukaan ini akan mencakup kepemilikan saham di atas 1 persen guna meningkatkan transparansi pasar.

Poin ketiga terkait dengan peningkatan ketentuan minimum free float untuk mempertahankan status sebagai perusahaan tercatat. Ketentuan ini akan dinaikkan secara bertahap dari saat ini sebesar 7,5 persen menjadi 15 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Perluas Partisipasi Publik, PT SMI Siap Terbitkan Obligasi hingga Rp10 Triliun di 2026

Poin Penting PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) akan menerbitkan obligasi Rp8–Rp10 triliun sepanjang 2026… Read More

1 hour ago

Peluncuran Produk GEN Syariah Perlindungan Aman

Generali Indonesia resmi luncurkan GEN Syariah Perlindungan Aman, yang merupakan produk perlindungan jiwa berbasis syariah… Read More

3 hours ago

Jawab Tantangan Inflasi, Generali Hadirkan GEN Syariah Perlindungan Aman

Poin Penting GEN Syariah Perlindungan Aman menawarkan santunan jiwa yang bertumbuh hingga 250 persen serta… Read More

8 hours ago

Bahlil Pastikan Pertalite Tak Naik Meski Harga Minyak Dunia Melonjak

Poin Penting Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi tetap meski konflik Amerika Serikat–Israel dan Iran… Read More

10 hours ago

Jurus Jenius Genjot Transaksi di Momen Libur Panjang

Poin Penting Momentum libur panjang mendorong lonjakan transaksi digital, terutama pembelian tiket, hotel, dan ritel,… Read More

13 hours ago

Konflik AS-Israel dan Iran Memanas, OJK Beberkan Dampaknya ke Pasar Keuangan RI

Poin Penting OJK memetakan tiga risiko konflik AS-Israel vs Iran: lonjakan harga minyak, kenaikan inflasi… Read More

14 hours ago