Ekonomi dan Bisnis

Hartadinata Abadi Siap Perkuat Ekosistem Bank Emas di Indonesia

Jakarta – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menyatakan dukungannya terhadap ekosistem bullion bank atau bank emas di Indonesia.

Dengan jaringan distribusi terbesar dan ekspansi strategis ke pasar internasional, HRTA optimis dapat menangkap peluang dari permintaan emas yang meningkat di Tanah Air.

Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Sandra Sunanto mengatakan, Indonesia merupakan produsen emas terbesar ke-7 di dunia dengan cadangan emas mencapai 2.600 ton.

Pengembangan bullion bank diharapkan menjadi strategi penting dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional,” katanya, dikutip Kamis, 13 Maret 2025.

Pihaknya pun bangga ditunjukan untuk menjadi bagian penting dalam bullion bank Indonesia. Dengan jaringan distribusi terbesar di dalam negeri dan ekspansi strategis ke pasar internasional, Hartadinata Abadi berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan industri emas nasional melalui inovasi, kolaborasi, dan ekspansi bisnis. 

Baca juga : Simpanan Emas di Bullion Bank Bakal Dijamin LPS? Begini Penjelasannya

Di tengah permintaan emas yang relatif stabil, HRTA berhasil meningkatkan pangsa pasar, terutama di segmen emas batangan. Sejak pandemi COVID-19, terjadi pergeseran permintaan dari perhiasan ke emas batangan, dan HRTA merespons dengan strategi yang tepat.

HRTA mencatat pertumbuhan yang solid, dengan pendapatan tahunan meningkat sebesar 26,48 persen CAGR (2017–2023) dan laba bersih naik 15,68 persen CAGR (2017–2023). 

Menurut data per September 2024, volume penjualan emas murni meningkat 21,08 persen year on year (yoy) menjadi 11,42 ton, dengan rata-rata harga jual (ASP) tumbuh 17,74 persen yoy menjadi Rp1.158.491 dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. 

Direktur Investor Relations PT Hartadinata Abadi, Tbk Thendra Chrisnanda menuturkan, aktivitas ekspor yang dimulai pada Maret 2023 turut mendorong lonjakan volume ini. 

“Ekspansi ke pasar internasional membuka peluang baru bagi Hartadinata Abadi untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan daya saing kami di industri emas global. Meskipun margin ekspor lebih rendah dibandingkan penjualan domestik, strategi ini memberikan pertumbuhan berkelanjutan, sehingga kami bisa terus memenuhi janji kami kepada investor dan mitra kami,” bebernya.

Baca juga : OJK Sebut Risiko Simpan Emas di Bullion Bank Ditanggung Nasabah, Ini Penjelasannya

Saat ini, HRTA mengoperasikan 85 toko ritel emas dan 105 toko gadai, serta memiliki lebih dari 900 mitra toko di seluruh Indonesia, memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar.

“Hartadinata Abadi adalah cerminan kualitas, inovasi, keamanan, dan orisinalitas dalam setiap produk dan solusi emas yang kami tawarkan. Kami terus berkomitmen untuk menghadirkan produk terbaik yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan memberikan manfaat bagi para investor serta industri emas nasional,” ujar Yudho Jatmiko, Direktur Business & Operation Hartadinata Abadi.

Ia memaparkan enam strategi utama perusahaan untuk menjadikan tahun ini sebagai “The Year of Brilliance”. Pertama, meningkatkan kinerja perusahaan sebagai pemain kunci dalam ekosistem bullion bank.

Kedua, membangun citra merek HRTA melalui pemasaran strategis dan inovasi. Ketiga, mengembangkan desain perhiasan yang lebih otentik untuk meningkatkan permintaan.

Keempat, mengupayakan sertifikasi LBMA untuk produk emas batangan guna meningkatkan daya saing global.

Kelima, menjalin sinergi dengan penambang lokal untuk mengamankan bahan baku berkualitas. Keenam, mengembangkan pabrik terintegrasi guna meningkatkan efisiensi dan kualitas produk.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Hartadinata Abadi tidak hanya memperkuat perannya sebagai pemimpin industri emas, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan ekosistem bullion bank yang lebih kuat, guna mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Neraka Neraca Pembayaran: Ekonomi Nasional Bisa Meleleh

Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga BANK Indonesia (BI) melaporkan bahwa neraca pembayaran Indonesia… Read More

9 mins ago

Bos Mandiri Sekuritas: Likuiditas, Transparansi, dan Free Float Jadi Kunci Tarik Investor Asing

Poin Penting Reformasi OJK dan BEI diyakini memperkuat pasar modal, meningkatkan transparansi, tata kelola, dan… Read More

25 mins ago

BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting BRI mencatat laba Rp57,13 triliun pada 2025, turun 5,26 persen yoy, sementara kredit… Read More

57 mins ago

IHSG Dibuka Hijau, Naik 0,40 Persen ke Level 8.355

Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,40 persen ke level 8.355,28 pada pukul 09.00 WIB, dengan… Read More

1 hour ago

Update Harga Emas Hari Ini (26/2): Antam Melesat, Galeri24 dan UBS Kompak Anjlok

Poin Penting Harga emas Galeri24 hari ini anjlok Rp28.000 ke Rp3.057.000 per gram, sementara UBS… Read More

2 hours ago

Rupiah Dibuka Menguat Seiring Penurunan Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Poin Penting Rupiah hari ini dibuka menguat ke Rp16.755 per dolar AS, naik 0,27 persen… Read More

2 hours ago