Hartadinata Abadi (HRTA) Tebar Dividen Rp21 per Saham

Jakarta – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menetapkan pembagian dividen Rp21 per lembar saham dari laba bersih tahun buku 2024 yang senilai Rp442,72 miliar.

Keputusan ini berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis, 12 Juni 2024, dengan total dividend yield sekitar 3 persen dan rasio dividend payout sebesar 21,87 persen.

“Sesuai dengan keputusan hasil RUPS yang telah diselenggarakan pada pagi hari ini Perseroan tahun ini akan melakukan pembagian dividen sebesar Rp21 per lembar sahamnya yang pelaksanakannya akan dilakukan pada tanggal 16 Juli 2025,” ucap Ong Denny, Direktur Keuangan HRTA dalam Paparan Publik secara virtual, 12 Juni 2025.

Baca juga: Mirae Asset Rekomendasikan Saham Emiten Emas Makin Berkilau, Ini Alasannya

Rinciannya, total dividen tunai yang dibagikan perseroan sebesar Rp96,71 miliar dari laba bersih tahun buku 2024 yang sebesar Rp442,72 miliar. Sebagian laba juga disepakati akan digunakan untuk cicilan dana cadangan Rp88,54 miliar dan sisanya Rp257,46 miliar akan digunakan untuk modal kerja dan dicatat sebagai laba ditahan.

Dalam RUPST HRTA, perseroan juga membeberkan capaian kinerja di kuartal I 2025. Di tiga bulan pertama tahun 2025, perseroan mencatatkan kinerja positif dengan meraih pendapatan sebesar Rp6,78 triliun atau meningkat 68,97 persen dari Rp4,01 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan pendapatan didorong oleh peningkatan volume penjualan emas murni yang tumbuh 18,77 persen secara year on year (yoy) mencapai 4,47 ton pada kuartal I 2025, dibandingkan 3,76 ton pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara, untuk raihan laba bersih HRTA pada kuartal I 2025 tercatat senilai Rp149,75 miliar. Laba tersebut tumbuh 45,82 persen dari Rp102,70 miliar pada periode yang sama tahun lalu. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

5 hours ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

10 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

10 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

12 hours ago

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

22 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

22 hours ago