Nasional

Harta Kekayaan Letjen Suharyanto, Kepala BNPB yang Bilang Banjir Cuma Mencekam di Medsos

Poin Penting

  • Nama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto viral setelah pernyataannya soal banjir bandang dianggap mengecilkan situasi “mencekam”, hingga akhirnya ia menyampaikan permintaan maaf.
  • LHKPN 2024 mencatat kekayaannya Rp25,26 miliar, terdiri dari tanah dan bangunan Rp15,82 miliar, dua kendaraan, harta bergerak, serta kas Rp7,26 miliar.
  • Ia memiliki utang Rp38,09 juta, sehingga total kekayaan bersihnya tetap berada pada angka Rp25,26 miliar.

Jakarta – Sosok Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Hal ini dipicu oleh pernyataannya yang dianggap kontroversial terkait banjir bandang yang melanda Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.

Ia sempat menyangkal situasi “mencekam” tersebut saat menjelaskan alasan pemerintah belum menetapkan status bencana nasional.

Menurutnya, status tersebut tidak diterapkan karena situasi di lapangan “tidak semencekam seperti yang beredar di media sosial (medsos).”

Baca juga: Segini Kekayaan Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal yang Viral Sebut MBG Tak Perlu Ahli Gizi

Namun, belakangan, Suharyanto membantah pernyataan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf kepada Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu.

Harta Kekayaan Suharyanto

Di luar polemik tersebut, publik pun dibuat penasaran dengan sosok Suharyanto. Tak terkecuali, harta kekayaan yang dimiliknya.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 31 Desember 2024, Suharyanto tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp25,26 miliar.

Kekayaan tersebut terdiri dari berbagai aset seperti tanah dan bangunan senilai Rp15,82 miliar, yang tersebar di sejumlah wilayah seperti Bandung, Bogor dan Surabaya.

Baca juga: Komut PHE Denny JA Penuhi Kewajiban LHKPN, Harta Kekayaan Tembus Rp3,08 Triliun

Lalu, aset transportasi dan mesin berupa dua unit kendaraan, yaitu 1 unit Toyota Alphard 2.5G A/T tahun 2022 senilai Rp1,21 miliar, dan 1 unit Honda DG48 1.5 RS CVT Z tahun 2023 senilai Rp162 juta.

Adapun harta bergerak lainnya sebesar Rp838,82 juta serta kas dan setara kas mencapai Rp7,26 miliar. 

Menariknya, Suharyanto juga memiliki utang sebesar Rp38,09 juta, sehingga total kekayaan bersihnya tetap berada di angka Rp25,26 miliar. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

5 hours ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

6 hours ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

7 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

7 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

7 hours ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

8 hours ago