Ekonomi dan Bisnis

Harta Kekayaan Jack Ma Menurun, Kini Disalip Miliarder Asal Indonesia

Jakarta – Harta kekayaan miliader asal Tiongkok Jack Ma mengalami penurunan pada tahun 2023. Hal tersebut ditengarai lantaran nilai perusahaan Ant Group Co menyusut dibanding tahun sebelumnya.

Dinukil Bloomberg, penyusutan nilai tersebut diketahui pada saat Ant Group Co melakukan pembelian kembali sejumlah saham perusahaan yang sudah diterbitkan (buyback). 

Diketahui, Jack Ma sendiri mempunyai kepemilihan saham senilai 9,9 persen atau sebesar USD4,1 miliar, setara Rp61,5 triliun (kurs 15.000). Jumlah tersebut lebih rendah dari periode tahun lalu.

Baca juga: Nah Loh! Softbank Lego USD36 M Saham Alibaba

Sebelumnya, pada 2020, Ant Group yang rencananya akan meluncurkan penawaran saham perdana (IPO) harus tertunda lantaran pemerintah China melakukan intervensi hingga berakhir pada penangguhan IPO tersebut.

Akibatnya, kondisi tersebut berimbas kepada harta kekayaan Jack Ma yang turun signifikan. Diperkirakan, taipan berusia 58 tahun itu hanya memiliki kekayaan sekitar US$30 miliar atau Rp453,1 triliun, kurang dari separuh dari kekayaan puncaknya.

Sementara itu, melansir laman Forbes, Rabu (12/7), The World’s Real-Time Billionares, nama Jack Ma bercokol di urutan ke-65  dalam daftar orang terkaya di dunia. Tercatat, harta kekayaan pendiri Alibaba itu mencapai USD24,4 miliar atau Rp366,8 triliun.

Baca juga: Susul China dan India, Pakistan Ikutan Beli Minyak Mentah ‘Murah’ Rusia

Menariknya, harta kekayaan Jack Ma masih dibawah nama-nama miliader asal Indonesia yakni Hartono Bersaudara yang menyandang orang terkaya di Indonesia. 

Michael Hartono sendiri menduduki peringkat ke-63 orang terkaya di dunia dengan harta kekayaan mencapai USD24,8 miliar atau setara Rp372 triliun. 

Semantara itu, Budi Hartono yang menempati orang terkaya di dunia peringkat ke-59 orang terkaya di dunia. Harta kekayaan pemilik Djarum dan BCA ini mencapai USD25,9 miliar atau setara Rp388,5 triliun.  (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

4 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

5 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

6 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

10 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

18 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

19 hours ago