Executive Chairman of Alibaba Group Jack Ma (Photo by Andrew Burton/Getty Images)
Jakarta – Harta kekayaan miliader asal Tiongkok Jack Ma mengalami penurunan pada tahun 2023. Hal tersebut ditengarai lantaran nilai perusahaan Ant Group Co menyusut dibanding tahun sebelumnya.
Dinukil Bloomberg, penyusutan nilai tersebut diketahui pada saat Ant Group Co melakukan pembelian kembali sejumlah saham perusahaan yang sudah diterbitkan (buyback).
Diketahui, Jack Ma sendiri mempunyai kepemilihan saham senilai 9,9 persen atau sebesar USD4,1 miliar, setara Rp61,5 triliun (kurs 15.000). Jumlah tersebut lebih rendah dari periode tahun lalu.
Baca juga: Nah Loh! Softbank Lego USD36 M Saham Alibaba
Sebelumnya, pada 2020, Ant Group yang rencananya akan meluncurkan penawaran saham perdana (IPO) harus tertunda lantaran pemerintah China melakukan intervensi hingga berakhir pada penangguhan IPO tersebut.
Akibatnya, kondisi tersebut berimbas kepada harta kekayaan Jack Ma yang turun signifikan. Diperkirakan, taipan berusia 58 tahun itu hanya memiliki kekayaan sekitar US$30 miliar atau Rp453,1 triliun, kurang dari separuh dari kekayaan puncaknya.
Sementara itu, melansir laman Forbes, Rabu (12/7), The World’s Real-Time Billionares, nama Jack Ma bercokol di urutan ke-65 dalam daftar orang terkaya di dunia. Tercatat, harta kekayaan pendiri Alibaba itu mencapai USD24,4 miliar atau Rp366,8 triliun.
Baca juga: Susul China dan India, Pakistan Ikutan Beli Minyak Mentah ‘Murah’ Rusia
Menariknya, harta kekayaan Jack Ma masih dibawah nama-nama miliader asal Indonesia yakni Hartono Bersaudara yang menyandang orang terkaya di Indonesia.
Michael Hartono sendiri menduduki peringkat ke-63 orang terkaya di dunia dengan harta kekayaan mencapai USD24,8 miliar atau setara Rp372 triliun.
Semantara itu, Budi Hartono yang menempati orang terkaya di dunia peringkat ke-59 orang terkaya di dunia. Harta kekayaan pemilik Djarum dan BCA ini mencapai USD25,9 miliar atau setara Rp388,5 triliun. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More
Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More