News Update

Harry H. Diah Terima Penghargaan dari FEB UI

Depok — Praktisi senior industri asuransi nasional, Harry Harmain Diah, menerima penghargaan Wiraprakarsa Adhitama dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) di kampus UI Depok, pagi ini.

Penghargaan tersebut diberikan kepada alumni yang dinilai telah mengharumkan almamater, baik melalui terobosan, pemikiran, tindakan, maupun kebijakan sehingga memberikan dampak nyata bagi perkembangan ekonomi dan bisnis Indonesia.

Harry dinilai berjasa dalam membangun ekonomi dan bisnis dengan menjadi pelopor pendirian perusahaan asuransi jiwa di Indonesia, khususnya asuransi jiwa joint venture.

Dia memperjuangkan regulasi yang memungkinkan berdirinya asuransi jiwa joint venture. Setelah regulasi berhasil keluar, Harry mendapat izin yang pertama.

Dengan menggandeng American International Assurance (AIA), Harry mendirikan AIA Indonesia tahun 1984. Pada tahun 2009 dia membeli mayoritas saham AIA Indonesia dan mengganti namanya menjadi Avrist Assurance.

Dalam orasinya, Harry menceritakan pengalamannya membangun perusahaan asuransi jiwa di Indonesia sejak tahun 1975 dengan mendirikan Asuransi Jiwa Ikrar Abadi (AJIA).

“Mendirikan perusahaan asuransi kala itu perlu keberanian, dan kadangkala kenekatan. Bayangkan, kita memberikan pertanggungan hingga Rp100 juta, sementara premi yang dibayarkan nasabah tak lebih dari Rp1 juta,” paparnya.

Selain Harry, FEB UI juga memberikan penghargaan Wiraprakarsa Adhitama kepada Rachmat Saleh dan Hans Kartikahadi.

Rachmat Saleh adalah mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) dan mantan Menteri Perdagangan di era Orba. Sementara, Hans Kartikahadi adalah akuntan senior.

Penghargaan yang diberikan di Auditorium Gedung Dekanat FEB UI, Depok, dalam rangka Dies Natalis ke-67 tahun FEB UI.a

Dalam acara tersebut, Gubernur BI Agus Martowardojo juga hadir memberikan orasi ilmiah dengan tajuk “Bauran Kebijakan BI: Menjaga Stabilitas, Mendorong Pertumbuhan”.

Hadir dalam acara tersebut Rektor UI Muhammad Anis, Dekan FEB UI Ari Kuncoro, Deputy Gubernur BI Mirza Adityaswara, dan beberapa mantan menteri yang juga alumni FEB UI seperti JB Sumarlin dan Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, serta para alumni. (*) Darto W

Paulus Yoga

Recent Posts

Purbaya Ungkap Pengadaan Motor Listrik untuk SPPG Sempat Lolos Meski Ditolak

Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More

36 mins ago

Tak Perlu Ribet Tukar Uang, Belanja di Korea Selatan Kini Cukup Scan QR Livin’ by Mandiri

Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More

1 hour ago

Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi RI 2026 ke 4,7 Persen, Purbaya: Mereka Salah Hitung

Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More

1 hour ago

GrabX 2026

Grab resmi memperkenalkan 13 fitur berbasis kecerdasan buatan dalam ajang tahunan GrabX 2026.Peluncuran GrabX 2026… Read More

1 hour ago

Hasil Investigasi PBB: TNI Tewas di Lebanon Akibat Peluru Tank Israel

Poin Penting Temuan PBB menyebutkan peluru yang menewaskan prajurit TNI pada 29 Maret ditembakkan dari… Read More

2 hours ago

BI Catat DPK Valas Bank Capai Rp1.367,2 Triliun per Februari 2026

Poin Penting BI mencatat DPK valas Februari 2026 sebesar Rp1.367,2 triliun, relatif stabil dibanding Januari,… Read More

2 hours ago