Nasional

Hari Kedua Ramadan, Harga Cabai Merah hingga Gula Merangkak Naik

Jakarta – Memasuki hari kedua di bulan Ramadan 1445 H, harga sejumlah komoditas seperti cabai merah, cabai rawit, bawang putih, telur dan gula pasir yang dijual di pedagang eceran mengalami kenaikan.

Berdasarkan pantauan di laman Data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rabu (13/3) pukul 13.00 WIB, harga cabai merah keriting naik 3,01 perse menjadi Rp67.120 per kg, cabai rawit merah naik 1,75 perse menjadi Rp 63.950 per kg.

Disusul, harga telur ayam ras juga naik tipis 0,54 persen menjadi Rp31.890 per kg, gula pasir naik 0,11 persen menjadi Rp17.860 per kg, bawang putih bonggol naik 0,45 persen menjadi Rp40.360 per kg.

Baca juga: Airlangga Update Harga Pangan Jelang Ramadan, Ini Daftarnya

Adapun untuk harga beras premium, harganya stabil di Rp16.480 per kg. Sebelumnya, harganya sempat naik sebesar Rp 380 per kilogram (kg) menjadi Rp 16.860 per kg.

Meski demikian, harga beberapa komoditas lainnya terpantau turun. Antara lain beras medium turun 0,14 persen menjadi Rp14.360 per kg.

Bawang merah turun 0,35 persen menjadi Rp34.190 per kg, daging sapi murni turun 0,49 menjadi Rp135.450 per kg, daging ayam ras turun 0,23 persen menjadi Rp38.730 per kg.

Kenaikan Harga Cabai Merah

Khusus kenaikan harga cabai merah, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa mengungkap alasan adanya kenaikan harga cabai merah besar di pasar menjelang bulan suci Ramadan.

Baca juga : Sri Mulyani Wanti-wanti Kenaikan Inflasi Pangan Jelang Ramadan dan Idul Fitri

“Untuk cabai merah besar, memang kami sudah mengumpulkan teman-teman petani di daerah Jawa Timur bahwa mereka gundah karena cabe yang mereka tanam yang seharusnya 35 hari dapat berbunga, akan tetapi mengalami kelambatan menjadi 65 hari baru berbunga. Sehingga pasti akan sedikit mengalami kenaikan. Itu yang menjadi tantangan kami dan para petani untuk terus berproduksi,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (13/3).

Meskipun begitu kata dia, masyarakat tidak perlu khawatir dan diharapkan agar senantiasa berbelanja bijak, karena stok pangan secara nasional aman dan cukup. 

“Itu karena setiap elemen pemerintah bersama pelaku usaha akan bahu membahu mendistribusikan pasokan ke pasar-pasar, sehingga masyarakat dapat mengakses lebih mudah dengan harga yang baik,” pungkasnya. (*)

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

2 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

3 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

3 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

7 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

16 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

17 hours ago