Keuangan

Hari Asuransi 2023: OJK Dorong Pelaku Tingkatkan Inklusi dan Literasi Masyarakat

Jakarta – Setiap 18 Oktober diperingati Hari Asuransi Nasional. Tahun ini, Hari Asuransi Nasional dirayakan untuk ke-17 kalinya. Perayaan ini diiringi dengan upaya para pelaku industri asuransi untuk terus meningkatkan literasi dan inklusi pada sektor asuransi.

Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI), Rudy Kamdani mengatakan, rendahnya tingkat pemahaman masyarakat terhadap asuransi menjadi perhatian dan fokus dari Panitia Hari Asuransi setiap tahunnya. Untuk itu, pelaksanaan kegiatan literasi selalu dilakukan pihaknya dengan berbagai cara.

“Baik itu melalui literasi di berbagai daerah, mengadakan konferensi pers untuk menggaungkan perayaan Hari Asuransi dan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan melalui media cetak, online dan media sosial lainnya,” ujarnya dalam konferensi pers Hari Asuransi 2023 di Jakarta.

Baca juga: Pentingnya Memiliki Perlindungan Asuransi Jangka Panjang

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2022, literasi pada sektor perasuransian berada pada level 31,72 persen, sedangkan inklusi pada level 16,63 persen.

Sehingga, pencapaian tersebut masih perlu ditingkatkan untuk mengimbangi perbankan dimana literasi pada sektor ini mencapai 49,93 persen dan inklusi pada level 74,03 persen.

OJK Dorong Literasi dan Inklusi

Senada dengan Rudy, Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Iwan Pasila mengatakan literasi menjadi tantangan tersendiri untuk terus meningkatkan inklusi di industri perasuransian.

“Untuk mendorong industri ini, tidak bisa sendiri. Literasi menjadi satu aspek penting untuk kita mendorong supaya masyarakat mengerti asuransi,” tuturnya dalam kesempatan yang sama.

Dia menilai, inklusi yang rendah ini bisa saja disebabkan oleh berbagai hal. Di antaranya kondisi keuangan masyarakat, adanya komplain dan juga proses klaim yang lama.

“Jadi bagaimana teman-teman (pelaku industri asuransi) meningkatkan tenaga pemasar, memberikan layanan kepada nasabah, serta pemanfaatan penggunaan teknologi digital menjadi upaya untuk mendorong inklusi,” jelasnya.

Baca juga: AAUI Optimis Kinerja Industri Asuransi Cerah di 2024, Ini Faktor Pendukungnya

Adapun, OJK bersama dengan asosiasi perasuransian membuat sebuah roadmap atau peta jalan pengembangan perasuransian di Indonesia untuk tahun 2023 sampai 2027.

OJK menyusun roadmap tersebut bersama dengan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APPARINDO), dan Asosiasi Penilai Kerugian Asuransi Indonesia (APKAI).

“Kita akan launching tanggal 23 Oktober roadmap perasuransian. Karena asosiasi-asosiasi ini punya power besar. Dan ada cukup banyak hal yang akan dilakukan,” tutup Iwan. (*) Alfi Salima Puteri

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Permata Bank Tebar Dividen Rp1,26 Triliun, Angkat Direktur Baru

Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More

5 hours ago

Rupiah Babak Belur, Misbakhun Kritik Kebijakan BI yang Konvensional

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More

8 hours ago

Bank Mandiri Mau Gelar RUPST 29 April 2026, Simak Agenda Lengkapnya

Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More

9 hours ago

Siap-Siap! Bea Cukai Buka 300 Formasi CPNS Lulusan SMA Bulan Depan

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More

10 hours ago

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah, Begini Respons BI

Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More

10 hours ago

CIMB Perluas Segmen Affluent ASEAN Sejalan Strategi Forward30

Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More

11 hours ago