Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom dan Co-Founder & Dewan Pakar Institute of Social, Economic & Digital (ISED)
EKONOMI global telah dihantam oleh invasi Rusia ke Ukraina. Pertumbuhan ekonomi global terhenti pada triwulan II-2022, dan indikator di banyak ekonomi kini menunjukkan periode pertumbuhan yang masih rendah.
Perang telah mendorong harga energi dan makanan secara substansial, memperburuk tekanan inflasi pada saat biaya hidup sudah meningkat pesat di seluruh dunia. Pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan melambat dari 3% pada 2022 menjadi 2,25% pada 2023, jauh di bawah laju yang diperkirakan sebelum perang.
Poin Penting Ancaman siber di Indonesia meningkat tajam pada 2025, dengan jutaan serangan berhasil diblokir… Read More
Poin Penting IHSG dibuka melemah 0,89 persen ke level 7.214,17 pada awal perdagangan (9/4), dari… Read More
Jakarta – Harga emas yang diperdagangkan di Pegadaian pada Kamis, 9 April 2026 kembali menunjukkan… Read More
Poin Penting IHSG diproyeksikan masih berpeluang menguat ke kisaran 7.323–7.450, dengan asumsi telah menyelesaikan wave… Read More
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More