Keuangan

Harga Saham TUGU Kembali Naik ke Posisi Rp1.225

Jakarta – Harga saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) atau Tugu Insurance mengalami penguatan pada perdagangan hari ini (18/9) sebanyak 1,24 persen ke level Rp1.225 per saham atau naik 15 poin.

Berdasarkan statistik RTI Business, harga saham TUGU tersebut naik dari posisi Rp1.210 per saham pada penutupan sebelumnya dan sempat bergerak dalam rentang harga Rp1.200 hingga Rp1.225 per saham sebagai level tertingginya.

Kemudian, volume perdagangan saham yang diperdagangkan sebanyak 4,19 juta, dengan frekuensi perdagangan mencapai 724 kali, dan nilai transaksi tercatat Rp5,09 miliar.

Hal itu sejalan dengan saham TUGU yang terpantau menjadi saham di sektor asuransi umum yang paling sering dikoleksi oleh investor asing pada awal September 2024.

Baca juga: Premi Bruto Tugu Insurance Meroket 82 Persen di Juli 2024, Ini Segmen Penopangnya

Selama periode 2-6 September 2024, investor asing tidak pernah absen memborong saham TUGU. Total akumulasi net buy asing mencapai Rp10,5 miliar, angka itu sekaligus menjadi nilai net buy asing tertinggi sejak awal April 2024. 

Mengacu data Bloomberg, investor asing yang paling sering memburu saham TUGU salah satunya adalah Jom Fund Management sebagai perusahaan investasi asal Finlandia yang tercatat memiliki 18 juta saham TUGU. Sehingga, dana asing yang masuk ke saham TUGU secara total mencapai Rp8,4 miliar.

Tidak hanya itu, perusahaan investasi asal Amerika Serikat (AS), yakni Russel Investment Group yang terpantau memiliki 4,15 juta saham TUGU per Mei 2024 dari akhir bulan sebelumnya yang sebanyak 3,71 juta saham atau mengalami peningkatan 439 ribu.

Analyst BCA Sekuritas, Ryan Santoso, dalam laporan risetnya menjabarkan bahwa TUGU memiliki beberapa keunggulan utama yang membuatnya menarik untuk menjadi saham pilihan investasi. 

Katalis utama untuk saham TUGU antara lain dari sisi potensi penetrasi asuransi umum yang masih bertumbuh, kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait ketentuan modal minimum, manajemen risiko TUGU yang baik serta kemampuan perseroan untuk konsisten membagikan dividen. 

“TUGU bersikap hati-hati dalam menilai dan menerima nasabah, tercermin dari rasio klaim yang lebih rendah dibandingkan dengan industri pada umumnya FY23 (full year 2023) sebesar 36 persen vs 44 persen,” ucap Ryan baru-baru ini.

Ia juga menambahkan bahwa TUGU memiliki kemampuan yang baik untuk mengidentifikasi dan memetakan risiko nasabah maupun suatu proyek yang membuatnya optimis bahwa rasio klaim perseroan dapat terjaga ke depan. 

Baca juga: Awal September 2024, Saham TUGU Getol Diborong Asing

Dividen juga menjadi aspek yang tak luput jadi sorotan. Ryan menilai bahwa lonjakan laba bersih TUGU di tahun 2023 atas kemenangan kasus hukum dengan Citibank Hong Kong membuatnya mampu memberikan dividen jumbo dengan yield sampai 13 persen.

Di tahun ini, kinerja TUGU yang kinclong diprediksi akan berlanjut dan kemampuan TUGU dalam membagikan dividen juga masih akan terjaga. Ryan sendiri memperkirakan apabila rasio dividen dipertahankan di kisaran 40 persen dari laba maka imbal hasil dividennya dapat mencapai 6 persen.

“Inisiasi BELI saham TUGU, dengan Target Price di Rp1.600 dan yield dividen c.6 persen-menyiratkan 0,61x FY25F P/BV,” tulis Ryan dalam laporan riset terbarunya. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Prudential Indonesia Luncurkan PRUMapan, Sasar Kebutuhan Proteksi Generasi Sandwich

Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More

2 hours ago

Dana Abadi LPDP Tembus Rp180,8 Triliun, Intip Rincian Alokasi dan Penggunaannya

Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More

2 hours ago

MTF Telusuri Dugaan Tindak Pidana yang Mengatasnamakan Perusahaan

Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More

3 hours ago

ISEI Dorong Reformulasi Kebijakan UMKM Lewat Industry Matching di Bogor

Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More

3 hours ago

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Ramadan-Lebaran 2026

Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More

4 hours ago

LPDP Minta Maaf atas Polemik Alumni Berinisial DS

Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More

5 hours ago