Jakarta – Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada penutupan perdagangan hari ini (8/12) melemah 6,54% ke posisi Rp100 per saham. Meski begitu, perusahaan akan terus mendorong kinerjanya ke arah yang lebih baik.
Presiden Grup GoTo, Patrick Cao, menjelaskan adanya fluktuasi harga saham tersebut terjadi akibat mekanisme pasar yang dipengaruhi berbagai faktor termasuk kondisi makro ekonomi, pasar modal, kompetisi, dan kinerja perusahaan.
“Dengan berakhirnya periode lock up dan adanya kenaikan dalam jumlah saham di pasar meningkatkan kenaikan transaksi jual beli saham,” ucap Patrick dalam public expose secara virtual, 8 Desember 2022.
Tidak hanya itu, hal ini juga dapat dikarenakan beberapa hal antara lain, investor awal yang masuk di harga saham yang lebih rendah merealisasikan keuntungan, berakhirnya masa investasi atau fund life investor finansial, dan kebutuhan likuiditas di akhir tahun atau kebutuhan likuiditas lainnya.
“Banyak dari variabel ini merupakan hal-hal di luar kontrol perusahaan, perusahaan akan terus fokus untuk mendorong pertumbuhan yang baik secara berkelanjutan, melalui produk dan layanan kualitas, serta melakukan kegiatan bisnis secara lebih tersier untuk mempercepat langkah kami menuju profitabilitas,” imbuhnya.
Adapun, perusahaan juga akan terus melakukan penjajakan potensial investor yang baru terutama dalam masuknya peluang GoTo ke dalam indeks global di paruh pertama tahun 2023. Semua langkah-langkah, tersebut dilakukan untuk memberikan manfaat dan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Kasus keracunan menu MBG kembali terjadi di sejumlah daerah, meski BGN menargetkan zero… Read More
Poin Penting KPK mendalami dugaan aliran uang suap pajak dari tersangka ke sejumlah pihak di… Read More
Poin Penting BAF memperoleh dua fasilitas pinjaman berkelanjutan dari Bank DBS Indonesia (IDR300 miliar) dan… Read More
Poin Penting DJP berhasil menagih utang pajak Rp25,4 miliar dari penanggung pajak berinisial SHB, termasuk… Read More
Poin Penting Investor asing kembali agresif masuk pasar saham dengan net foreign buy Rp1,09 triliun… Read More
Poin Penting Danantara akan mereformasi bank Himbara pada 2026 untuk memperkuat likuiditas, kredit, dan kinerja… Read More