Ilustrasi pasar modal Indonesia. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Harga saham PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG), dan PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT), kompak menguat usai melakukan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, 13 Januari 2025.
Harga saham CBDK meningkat hingga 25,00 persen ke level Rp5.075 per saham atau berhasil menyentuh auto rejection atas (ARA) dari harga penawaran Rp4.060 per saham.
Lalu, usai pencatatan saham, sebanyak 374 saham CBDK telah diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 210 kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp189,81 juta.
Baca juga: Intip Pergerakan Saham Indeks Infobank15 dalam Sepekan
Sementara itu, harga saham DGWG ikut meningkat sebanyak 16,52 persen ke posisi Rp268 per saham dari harga penawaran umum yang dipatok Perseroan Rp230 per saham.
Diketahui, sebanyak 256 ribu saham DGWG telah diperdagangkan, dengan nilai transaksi mencapai Rp6,61 miliar dan frekuensi tercatat sebanyak lima ribu kali.
Baca juga: 3 Emiten Ini Bakal ‘Berdansa’ di Lantai Bursa
Adapun, harga saham OBAT juga mengalami pergerakan yang menguat ke posisi Rp422 per saham atau naik 20,57 persen dari harga penawaran umum Rp350 per saham.
Pada saham OBAT frekuensi perdagangan tercatat mencapai tiga ribu kali, dengan saham yang diperdagangkan sebanyak 111 ribu saham, dan nilai transaksi sebesar Rp4,53 miliar. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More