harga minyak
Jakarta–Forextime mencatat, harga minyak WTI kembali melemah. Melemahnya harga WTI dipicu oleh aksi profit taking mendekati level resisten psikologis US$35.
Level Minyak WTI saat ini sangat dipantau oleh para trader karena harga penutupan di atas US$35 atau bahkan di atas US$34,75 akan mendukung para trader yang menantikan kemungkinan pembalikan harga dan membuka pintu menuju harga yang lebih tinggi lagi.
Jameel Ahmad, Chief Market Analyst FXTM mengungkapkan, penyebab penurunan harga Minyak WTI sebesar US$1 dari US$34,75 menjadi US$33,35 ditengarai adalah antisipasi bahwa laporan Persediaan Minyak Mentah mingguan AS akan kembali menampilkan peningkatan persediaan.
“Ini dapat kembali menimbulkan kekhawatiran tentang parahnya oversuplai minyak di pasar” ujar Jameel.
Jameel menambahkan, walaupun pengeboran minyak di AS telah menurun ke level seperti pada 2009, dia masih belum melihat dampak signifikan terhadap persediaan AS.(*)
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More
Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More