harga minyak
Jakarta–Forextime mencatat, harga minyak WTI kembali melemah. Melemahnya harga WTI dipicu oleh aksi profit taking mendekati level resisten psikologis US$35.
Level Minyak WTI saat ini sangat dipantau oleh para trader karena harga penutupan di atas US$35 atau bahkan di atas US$34,75 akan mendukung para trader yang menantikan kemungkinan pembalikan harga dan membuka pintu menuju harga yang lebih tinggi lagi.
Jameel Ahmad, Chief Market Analyst FXTM mengungkapkan, penyebab penurunan harga Minyak WTI sebesar US$1 dari US$34,75 menjadi US$33,35 ditengarai adalah antisipasi bahwa laporan Persediaan Minyak Mentah mingguan AS akan kembali menampilkan peningkatan persediaan.
“Ini dapat kembali menimbulkan kekhawatiran tentang parahnya oversuplai minyak di pasar” ujar Jameel.
Jameel menambahkan, walaupun pengeboran minyak di AS telah menurun ke level seperti pada 2009, dia masih belum melihat dampak signifikan terhadap persediaan AS.(*)
Poin Penting LPEI membukukan laba bersih Rp252 miliar pada 2025, naik 8 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting Transaksi ilegal global capai USD158 miliar pada 2025, naik 145 persen. OJK perkuat… Read More
Poin Penting IAI bentuk ISRF untuk memperkuat ekosistem dan standar pelaporan keberlanjutan Dipimpin Ignasius Jonan,… Read More
Poin Penting BI mencatat pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan turun menjadi 17,49% pada… Read More
Oleh Krisna Wijaya, Honorable Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) KEHADIRAN artificial intelligence (AI) sudah… Read More
Poin Penting Sepanjang 2025, ACA membukukan premi sekitar Rp6 triliun, melonjak tajam dibandingkan lima-enam tahun… Read More