Ilustrasi harga minyak dunia. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Harga minyak mentah WTI mengalami tekanan pada pekan lalu. Menurut data FXTM, harganya merosot di bawah US$46.
“Oversuplai masih terus memberi alasan bagi investor bearish untuk menggelar aksi jual” papar Lukman Otunuga, Researh Analyst FXTM.
Menurut Lukman, WTI memang sudah tertekan karena penurunan persediaan minyak mentah yang lebih rendah dari ekspektasi di awal Juli. Selain itu, Arab Saudi terus menggenjot produksi sehingga harga minyak dapat semakin merosot di masa mendatang.
Masalah oversuplai dan kekhawatiran akan rendahnya permintaan global dapat memberi platform bagi harga minyak untuk terus turun menuju US$40.” Dari sudut pandang teknikal, apabila terjadi breakdown di bawah US$44, maka harga dapat mengarah ke US$40” lanjut Lukman.(*)
Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More
Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More
Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More
Poin Penting Kamar Dagang dan Industri Indonesia teken MoA dengan US-ASEAN Business Council untuk perluas… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More