Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, ditemui di ruang kerjanya usai acara serah terima jabatan dari Menkeu sebelumnya, Sri Mulyani Indrawati, di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 9 September 2025. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan terus mencermati perkembangan harga minyak dunia selama satu bulan ke depan. Hal itu guna menentukan apakah diperlukan penyesuaian terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Saya akan evaluasi selama 1 bulan ke depan (harga minyak dunia) apa yang terjadi dan kita akan lakukan adjustment seperlunya,” ujar Purbaya saat ditemui di Blok A Pasar Tanah Abang, Senin, 9 Maret 2026.
Purbaya memastikan pemerintah tidak akan telat dalam mengambil keputusan untuk memitigasi dampak kenaikan harga minyak dunia. Namun, pemerintah juga tidak ingin terburu-buru dalam menentukan kebijakan karena harga minyak masih berfluktuasi.
“Jadi teman-teman yang lain jangan cepat-cepat memastikan atau menyimpulkan harga (minyak) akan USD100 terus, bahkan ada yang bilang ‘menuju USD150, dan kita anggarannya akan nggak kuat’. Kita akan assess terus dari waktu ke waktu,” jelasnya.
Baca juga: Rupiah Sentuh Rp17.000, IHSG Ambruk, Purbaya: Ekonomi Masih Ekspansi
Menurutnya, momentum pertumbuhan ekonomi nasional juga dipastikan tidak akan terganggu apabila terjadi penyesuaian dalam APBN. Ia menilai perekonomian Indonesia masih berada dalam fase ekspansi dan belum ada indikasi gangguan aktivitas ekonomi akibat lonjakan harga minyak.
Purbaya menjelaskan perhitungan dalam APBN menggunakan rata-rata harga minyak sepanjang tahun. Karena itu, lonjakan harga dalam waktu singkat belum tentu memengaruhi kebijakan fiskal.
“asumsi kita kan setahun penuh. Kalau sekarang 100 abis itu jatuh ke 50 rata-ratanya kan bisa sama dengan kemarin. Jadi jangan terlalu cepat-cepat oh judge ini judge itu. Kita lihat kondisi seperti apa, nanti setelah sebulan kita prediksi harga minyak seperti apa sehingga kita bisa ngambil kebijakan yang pas,” imbuhnya.
Baca juga: Harga Minyak Melonjak, Bahlil Percepat Kebijakan Campuran Etanol ke BBM
Lebih lanjut, Purbaya memastikan pemerintah belum memiliki rencana untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Menurutnya, ruang fiskal masih cukup untuk menahan dampak lonjakan harga minyak dalam jangka pendek.
“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM atau menaikkan harga BBM,” tandasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Dalam gelaran BTN Run 2026 for Charity ini, donasi dihitung berdasarkan dua komponen utama, yaitu… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo melakukan kunjungan kenegaraan ke Jepang untuk memperkuat hubungan bilateral. Pertemuan dengan… Read More
Poin Penting Transaksi SPKLU PLN mencetak rekor 18.088 kali pada H+2 Idul Fitri 1447 H,… Read More
Poin Penting IHSG turun 0,94% dan seluruh indeks utama kompak melemah. Indeks INFOBANK15 terkoreksi 1,87%… Read More
Poin Penting IHSG turun 0,14% dan kapitalisasi pasar BEI melemah ke Rp12.516 triliun. BBNI, EMAS,… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,14% ke level 7.097,05 sepanjang pekan 25-27 Maret 2026. Kapitalisasi pasar… Read More