Ilustrasi: Anjungan migas. (Foto: istimewa)
Jakarta – Harga minyak mentah WTI meningkat pada Rabu melampaui level resistance di US$51.50 setelah pemerintah melaporkan penurunan persediaan domestik yang besarnya di luar ekspektasi. Kondisi ini mengikis sedikit kekhawatiran seputar oversuplai.
Analis FXTM, Jameel Ahmad menilai, peningkatan harga minyak mentah WTI yang tajam ini diperkuat dengan dollar yang sedikit melemah sehingga menjadi dasar tambahan bagi investor bullish untuk mengadakan aksi beli. Sentimen jangka pendek terhadap komoditas ini perlahan berubah menjadi bullish karena peningkatan optimisme pemotongan produksi OPEC di rapat bulan November.
Jameel mengatakan, apabila pola penurunan persediaan dan peningkatan harapan pemotongan level produksi ini bertahan, maka minyak dapat menikmati reli bullish menjelang rapat OPEC pada 30 November 2016 mendatang.
“Pertanyaan yang masih berkecamuk adalah apakah OPEC benar-benar akan melaksanakan pemotongan level produksi mengingat OPEC telah berulang kali mengecewakan pasar?” tanya Jameel.(*) (Baca juga : Nilai Tukar Poundsterling Melemah, Penjualan Ritel Turun)
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa minggu… Read More
Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More
Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More
Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More