Ilustrasi: Anjungan migas. (Foto: istimewa)
Jakarta – Harga minyak mentah WTI mengalami pemulihan signifikan dari level terendah tiga bulan yaitu US$39,23 pasca adanya pembicaraan baru antara sebagian anggota OPEC tentang potensi pembekuan level produksi. Pembicaraan tentang pembekuan produksi seperti ini memberi dukungan spekulatif terhadap harga minyak di sepanjang 2016 yang dimanfaatkan investor bearish untuk berulang kali membuat aksi jual besar-besaran.
Lukman Otunuga, Market Reseacrh Analyst FXTM berpendapat, sentimen terhadap minyak tetap bearish dan dapat semakin negatif karena masalah oversuplai masih terus mengganggu ketertarikan investor. Mengingat, masalah pasca Brexit dan ketidakpastian ekonomi global yang berpotensi menekan permintaan, relief rally saat ini dapat membuka jalan menuju level terendah baru.
“WTI tetap bearish secara fundamental dan pembahasan pembekuan produksi OPEC mungkin tidak cukup ampuh untuk mengatasi tren penurunan serius ini” ujar Lukman.
Dari sudut pandang teknikal, lanjut Lukman, level support sebelumnya sekitar US$44 dapat menjadi resistance dinamis yang mendorong penjual untuk mengantarkan WTI menuju level yang lebih rendah lagi yaitu US$38.
Poin Penting Askrindo menjalin kerja sama dengan Pemkab Bone untuk penjaminan suretyship dan asuransi umum… Read More
Poin Penting BRI Life dan RS Awal Bros Group meresmikan fasilitas rawat inap premium The… Read More
Poin Penting Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun di… Read More
Poin Penting Status Indonesia tetap di kategori Secondary Emerging Market versi FTSE Russell dan tidak… Read More
Poin Penting Ancaman siber di Indonesia meningkat tajam pada 2025, dengan jutaan serangan berhasil diblokir… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah ke Rp17.035 per dolar AS, tertekan penguatan dolar AS. Sentimen… Read More