Jakarta–Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS pada perdagangan hari ini (20/6) diperkirakan berpeluang untuk menguat, lantaran kembalinya sentimen positif pada mata uang NKRI.
“Setelah sempat tertekan pada minggu lalu, Rupiah mulai mengembalikan sentimen apresiasinya,” ujar Analis PT Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, dalam risetnya, di Jakarta, Senin, 20 Mei 2016.
Menurutnya, ada beberapa faktor yang telah memberikan sentimen positif pada laju Rupiah, seperti harga komoditas yang mulai terlihat ada kenaikan, serta kondisi dollar index yang anjlok. Hal ini telah memberikan ruang penguatan pada Rupiah.
“Keberpihakan Bank Indonesia (BI) terhadap target pertumbuhan dengan dipangkasnya BI rate di tengah minggu lalu juga menambah optimisme di dalam negeri,” tukas Rangga.
Kendati demikian, kata Rangga, adanya negosiasi yang terlalu alot terkait dengan rancangan undang-undang (RUU) tax amnesty atau pengampunan pajak, dikhawatirkan bisa mempengaruhi optimisme pelaku pasar.
“Negosiasi yang terlalu alot soal RUU tax amnesty, bisa menghancurkan opsimisme yang sudah telanjur terbangun, sehingga penguatan rupiah bisa terganggu,” tutup Rangga. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Jasa Marga mengimbau pengguna jalan tol menggunakan satu kartu e-Toll yang sama saat… Read More
Poin Penting Arab Saudi menetapkan Idul Fitri 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026… Read More
Poin Penting BNI memberangkatkan lebih dari 7.000 pemudik ke berbagai kota di Pulau Jawa dan… Read More
Mandiri menghadirkan Program Mudik Bersama Gratis melalui kolaborasi dengan pemangku kepentingan strategis, termasuk BP BUMN… Read More
Selain itu, IFG juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti perlindungan asuransi, layanan pemeriksaan kesehatan, serta… Read More
Taspen memberangkatkan sebanyak 1.400 pemudik menggunakan 35 bus menuju berbagai daerah tujuan, program mudik gratis… Read More