Ilustrasi: Emas batangan. (Foto: istimewa)
Jakarta – Menguatnya nilai tukar dolar Amerika membuat harga emas menjadi volatil. Volatilitas harga emas kian tinggi sejalan dengan semakin besarnya ketidakpastian menjelang pilpres AS yang memicu kegelisahan investor.
Harga logam mulia ini merosot tajam di hari Senin menuju US$1285 setelah FBI membebaskan Hillary Clinton dari tuduhan kriminal terkait server email pribadi. “Semakin jelas bahwa pasar finansial lebih condong pada kemenangan Hillary Clinton” ujar Lukman Otunuga, Reseacrh Analyst FXTM.
Harga emas dapat semakin tergelincir apabila optimisme semakin besar bahwa Clinton akan terpilih sebagai Presiden AS berikutnya. Saat laporan ini dituliskan, harga sangat sensitif dan dapat terombang-ambing tajam sesuai rilis berita terbaru mengenai Pilpres AS.
Lukman memperkirakan, dari sudut pandang teknikal, apabila terjadi breakdown di bawah level psikologis US$1285, maka harga dapat bergerak ke US$1270.(*) (Baca juga : USD Bullish, Pound Masih Tertekan)
Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More
Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More
Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More
Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More
Poin Penting INFOBANK15 menguat 0,80 persen ke 1.025,73, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah… Read More
Poin Penting Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,72 persen ke level 8.271,76, dengan kapitalisasi… Read More