Ilustrasi Emas. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Bank of America memproyeksikan harga emas akan menyentuh rekor hingga USD4.000 di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya antara Iran dan Israel.
Diketahui, usai Israel menjatuhkan bom di Iran, Kamis, 12 Juni 2025, harga emas berjangka langsung naik menjadi USD3.440 per ons, melampaui rekor harga sebelumnya, sebesar USD3.500. Minyak berjangka juga turut melonjak akibat implikasi dari eskalasi konflik tersebut.
Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp18.000, Beli 1 Gram Jadi Segini
Dalam pernyataannya, Bank of America menyebutkan bahwa reli harga emas kemungkinan akan berlanjut karena didorong oleh volatilitas suku bunga dan pelemahan dolar AS.
“Volatilitas suku bunga dan melemahnya dolar AS seharusnya membuat emas tetap didukung, terutama jika Departemen Keuangan AS atau Federal Reserve akhirnya harus turun tangan untuk menstabilkan pasar,” tulis Bank of America.
Saat ini, harga emas memang mendekati level tertinggi dalam dua bulan terakhir akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, khususnya konflik antara Iran dan Israel.
Baca juga: Harga Emas Dunia Meroket Imbas Konflik Iran-Israel, Nyaris Tembus Rekor!
Dinukil dari Reuters, harga emas melonjak ke 3.444,06 dolar AS per ons, mendekati rekor tertinggi di level 3.500,05 dolar AS, pada April lalu.
“Premi risiko politik gabungan yang meningkat akibat konflik Iran-Israel saat ini telah meningkatkan permintaan emas sebagai aset safe haven,” kata Analis Pasar Senior Asia Pasifik, Kelvin Wong.
“Saat ini, harga menembus level USD3.400 per ons dengan jelas dan tren naik jangka pendek masih utuh. Kami melihat level resistensi di USD3.500 dan dengan kemungkinan menembus level tertinggi baru di atas level USD3.500,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting BGN menegaskan tidak semua pegawai atau relawan SPPG Program MBG dapat diangkat sebagai… Read More
Poin Penting Pemerintah telah menyetujui pengembangan ekosistem semikonduktor agar Indonesia mampu menyaingi Malaysia di industri… Read More
Poin Penting Defisit APBN 2025 mencapai Rp695,1 triliun atau 2,92 persen PDB, melampaui target awal… Read More
Poin Penting BSI meluncurkan Lapak BSI di pasar tradisional untuk memperluas inklusi dan literasi keuangan… Read More
Poin Penting DJP menyatakan kooperatif dan mendukung penggeledahan KPK di kantor pusat pajak terkait penyidikan… Read More
Poin Penting Sri Mulyani Indrawati resmi ditunjuk sebagai anggota dewan pengurus (governing board) Gates Foundation… Read More