Market Update

Harga Emas Antam Naik Rp6.000, jadi Segini per Gramnya

Jakarta – Harga emas Antam atau bersertifikat PT Aneka Tambang hari ini, Rabu, 8 Januari 2025 mengalami kenaikan dibanding harga kemarin.

Terpantau di laman Logam Mulia pukul 08.01 WIB, untuk harga emas Antam 24 karat dengan pecahan satu gram, hari ini dibanderol Rp1.541.000, naik Rp6.000 dibandingkan kemarin. 

Setali tiga uang, harga buyback emas Antam hari ini ikut naik Rp6.000 ke level Rp1.390.000 per gram.

Sementara, jika dikalkulasikan antara harga beli dan buyback emas Antam, selilihnya Rp151.000.

Lalu, untuk harga emas Antam dengan pecahan terkecil 0,5 gram dijual Rp820.500.

Selanjutnya, untuk ukuran 2 dan 3 gram emas Antam masing-masing dibanderol Rp3.022.000 dan Rp4.508.000.

Kemudian emas Antam dengan ukuran 5 gram diperdagangkan di level Rp7.480.000.

Sesuai dengan PMK No. 34/PMK 10/2017, pembelian emas batangan akan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen. 

Artinya, jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, sebesar 0,45 persen, harus menyertakan nomor NPWP untuk transaksinya.

Baca juga: OJK Restui Pegadaian Jalankan Kegiatan Usaha Bank Emas
Baca juga: OJK Ungkap Potensi Nilai Tambah Bank Emas Bisa Tembus Rp50 Triliun

Rincian Harga Emas Antam

Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per Rabu (8/1/2025) dan belum termasuk pajak:

Harga emas 0,5 gram: Rp820.500

Harga emas 1 gram: Rp1.541.000

Harga emas 2 gram: Rp3.022.000

Harga emas 3 gram: Rp4.508.000

Harga emas 5 gram: Rp7.480.000

Harga emas 10 gram: Rp14.905.000

Harga emas 25 gram: Rp37.137.000

Harga emas 50 gram: Rp74.195.000

Harga emas 100 gram: Rp148.312.000

Harga emas 250 gram: Rp370.515.000

Harga emas 500 gram: Rp740.820.000

Harga emas 1.000 gram: Rp1.481.600.000. (*)

Baca juga: Bank Emas di Indonesia: Peluang untuk Perbankan dan Institusi Keuangan Non Bank?

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Seskab Teddy Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dan Raja Yordania, Ini Rinciannya

Poin Penting Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II membahas upaya mendorong perdamaian Gaza dan stabilitas… Read More

4 mins ago

Belum Ada Putusan Tunda Impor Pikap India, Agrinas Tunggu Arahan Pemerintah

Poin Penting Hingga kini belum ada keputusan resmi untuk menunda impor pikap India sebanyak 105… Read More

17 mins ago

Respons BRI soal Perpanjangan Dana SAL Pemerintah di Himbara

Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan dana SAL Rp200 triliun di Himbara, disambut positif BRI. Dana… Read More

39 mins ago

Bank Muamalat luncurkan Tabungan Rindu Haji

Bank Muamalat kembali menghadirkan Program Rindu Haji sebagai apresiasi bagi nasabah yang berkomitmen menabung untuk… Read More

1 hour ago

IHSG Sesi I Ditutup Melemah 0,81 Persen, 450 Saham Terkoreksi

Poin Penting IHSG sesi I ditutup di 8.255,18, turun 0,81% dari pembukaan; 450 saham terkoreksi.… Read More

1 hour ago

BRI Pasang Target Pertumbuhan Kredit 7-9 Persen Tahun Ini

Poin Penting Target kredit 2026 sebesar 7–9 persen, lebih rendah dari realisasi 2025 yang tumbuh… Read More

2 hours ago