Ilustrasi: Batangan emas Antam. (Foto: istimewa)
Jakarta – Harga emas Antam atau bersertifikat PT Aneka Tambang hari ini, Jumat, 11 April 2025, kembali naik gila-gilaan dibanding kemarin.
Terpantau di laman Logam Mulia pukul 08.38 WIB, untuk harga emas Antam 24 karat dengan pecahan satu gram, hari ini dibanderol Rp1.889.000, meroket Rp43.000 dibandingkan kemarin. Harga hari ini adalah rekor tertinggi sepanjang masa dan mengalahkan rekor yang dicetak kemarin di level Rp1.846.000 per gram.
Sementara, harga buyback emas Antam hari ini ikut melesat Rp43.000 ke level Rp1.739.000 per gram. Jika dikalkulasikan antara harga beli dan buyback emas Antam, selilihnya Rp150.000
Baca juga: Hartadinata Abadi Siap Perkuat Ekosistem Bank Emas di Indonesia
Lalu, untuk harga emas Antam dengan pecahan terkecil 0,5 gram, hari ini dijual Rp994.000.
Selanjutnya, untuk ukuran 2 dan 3 gram emas Antam masing-masing dibanderol Rp3.718.000 dan Rp5.552.000.
Kemudian emas Antam dengan ukuran 5 gram diperdagangkan di level Rp9.220.000.
Sesuai dengan PMK No. 34/PMK 10/2017, pembelian emas batangan akan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen.
Artinya, jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, sebesar 0,45 persen, harus menyertakan nomor NPWP untuk transaksinya.
Baca juga: Antam Masuk Ekosistem Pasar Fisik Emas Digital, Ini Tanggapan ICDX dan Bappebti
Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per Jumat (11/4/2025) dan belum termasuk pajak:
Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More
Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More
Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More
Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More
Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More