Market Update

Harga Emas Antam Hari Ini Turun dari Rekor Tertinggi

Jakarta –  Harga emas Antam atau bersertifikat PT Aneka Tambang hari ini, Jumat, 21 Februari 2025, mengalami penurunan dibanding kemarin.

Terpantau di laman Logam Mulia pukul 08.12 WIB, untuk harga emas Antam 24 karat dengan pecahan satu gram, hari ini dibanderol Rp1.707.000, turun tipis Rp1.000 dibandingkan kemarin. Harga emas Antam tersebut turun dari tahta rekor tertinggi Rp1.708.000 per gram yang dicetak kemarin.

Sementara, harga buyback emas Antam hari ini juga ikut turun Rp1.000 ke level Rp1.557.000 per gram. Jika dikalkulasikan antara harga beli dan buyback emas Antam, selisihnya Rp150.000.

Lalu, untuk harga emas Antam dengan pecahan terkecil 0,5 gram, hari ini dijual Rp903.500.

Baca juga: OJK Bakal Bentuk Dewan Emas Urus Kegiatan Bullion Bank

Selanjutnya, untuk ukuran 2 dan 3 gram emas Antam masing-masing dibanderol Rp3.354.000 dan Rp5.006.000.

Kemudian emas Antam dengan ukuran 5 gram diperdagangkan di level Rp8.310.000.

Sesuai dengan PMK No. 34/PMK 10/2017, pembelian emas batangan akan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen. 

Artinya, jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, sebesar 0,45 persen, harus menyertakan nomor NPWP untuk transaksinya.

Baca juga: Mau Luncurkan Tabungan Emas di 2025, BCA Syariah Bakal jadi Bullion Bank?

Rincian Harga Emas Antam

Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per Jumat (21/2/2025) dan belum termasuk pajak:

Harga emas 0,5 gram: Rp903.500

Harga emas 1 gram: Rp1.707.000

Harga emas 2 gram: Rp3.354.000 

Harga emas 3 gram: Rp5.006.000

Harga emas 5 gram: Rp8.310.000

Harga emas 10 gram: Rp16.565.000

Harga emas 25 gram: Rp41.287.000

Harga emas 50 gram: Rp82.495.000

Harga emas 100 gram: Rp164.912.000

Harga emas 250 gram: Rp412.015.000

Harga emas 500 gram: Rp823.820.000

Harga emas 1.000 gram: Rp1.647.600.000. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Nasib, Rupiah Oh Rupiah: Rupiah “Undervalued”, Siapa Percaya?

Oleh Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group BANK Indonesia (BI) memandang nilai tukar… Read More

3 hours ago

Perang AS-Israel vs Iran Bisa Picu Volatilitas IHSG, Analis Ingatkan Hal Ini ke Investor

Poin Penting Konflik AS–Israel dan Iran memicu volatilitas IHSG, berpotensi terjadi koreksi wajar dan fase… Read More

18 hours ago

Daftar Saham Pemberat IHSG Sepekan, Ada DSSA, BRMS hingga AMMN

Poin Penting IHSG melemah 0,44 persen ke level 8.235,48 pada pekan 23–27 Februari 2026, diikuti… Read More

19 hours ago

IHSG Sepekan Turun 0,44 Persen, Kapitalisasi Bursa Jadi Rp14.787 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,44 persen ke level 8.235,48 dan kapitalisasi pasar turun 1,03 persen… Read More

19 hours ago

Bank Mega Syariah Genjot DPK Lewat Tabungan Kurban

Poin Penting Bank Mega Syariah dan PT Berdikari luncurkan Tabungan Rencana Kurban berbasis layanan keuangan… Read More

20 hours ago

Amerika Serikat-Israel Serang Iran: Dunia Bisa Makin Gelap

Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga WARGA dunia hari-hari ini dibuat cemas. Timur Tengah… Read More

20 hours ago