Ilustrasi: Batangan emas Antam. (Foto: istimewa)
Jakarta – Harga emas batangan PT Aneka Tambang (ANTM) atau Antam pada Rabu pagi, 9 Juli 2025, mengalami penurunan cukup dalam dibanding perdagangan kemarin.
Melansir data dari laman Logam Mulia pukul 08.36 WIB, harga emas batangan Antam 24 karat dengan pecahan satu gram longsor Rp12.000 dari level Rp1.906.000 menjadi Rp1.894.000.
Sementara, harga buyback emas Antam hari ini juga ikut anjlok Rp12.000 ke level Rp1.738.000 per gram. Jika dikalkulasikan antara harga beli dan buyback emas Antam, selisihnya Rp156.000.
Baca juga: Bea Keluar Emas dan Batu Bara Mulai Berlaku 2026, Ini Penjelasan Dirjen Bea Cukai
Lalu, untuk harga emas Antam dengan pecahan terkecil 0,5 gram, hari ini dijual Rp997.000.
Selanjutnya, untuk ukuran 2 dan 3 gram emas Antam masing-masing dibanderol Rp3.728.000 dan Rp5.567.000.
Kemudian, harga emas Antam dengan ukuran 5 gram diperdagangkan di level Rp9.245.000.
Selain emas Antam, laman Logam Mulia juga menyediakan untuk pembelian perak. Setali tiga uang, harga perak hari ini juga mengalami penurunan Rp50 ke level Rp20.250 per gram.
Sementara, sesuai dengan PMK No. 34/PMK 10/2017, pembelian emas batangan akan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen.
Artinya, jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, sebesar 0,45 persen, harus menyertakan nomor NPWP untuk transaksinya.
Baca juga: Emas Masih Jadi Favorit Milenial Meski Harga Turun Imbas Konflik Iran-Israel
Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per Rabu (9/7/2025) dan belum termasuk pajak:
Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga TEPAT 8 Januari 2026 akhirnya pemerintah melakukan konferensi… Read More
Poin Penting OJK menyetujui pencabutan izin usaha pindar Maucash milik Astra secara sukarela, mengakhiri operasional… Read More
Poin Penting OJK membentuk Direktorat Pengawasan Perbankan Digital yang efektif sejak 1 Januari 2026 untuk… Read More
Poin Penting Infobank melalui birI memperbaiki perhitungan Loan at Risk (LAR) agar sesuai dengan ketentuan… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kinerja perbankan tetap solid pada 2026, ditopang pertumbuhan kredit, DPK, kualitas… Read More
Oleh Junaedy Gani DARI waktu ke waktu muncul aspirasi tentang keberadaan sebuah Sovereign Wealth Fund… Read More