Harga CPO Punya Potensi Menguat

Harga CPO Punya Potensi Menguat

harga komoditas
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Harga CPO hari ini berpeluang lanjutkan penguatannya, setelah sempat dibuka lebih tinggi di level 2.840 ringgit per ton, berada di level tertinggi dalam satu bulan.

Katalis positif untuk harga CPO didukung oleh ekspektasi kenaikan ekspor Malaysia untuk periode 1-31 Oktober yang akan dirilis pada esok hari (31 Oktober).

Riset Analyst Monex Investindo Futures, Senin, 30 Oktober 2017, menyebutkan perusahaan surveyor kargo Intertek Testing Service telah melaporkan bahwa tingkat ekspor Malayasia di periode 1-25 Oktober melesat naik 8,6%, dibandingkan dengan periode yang sama pada bulan sebelumnya.

Sementara itu perusahaan surveyor Societe Generale de Surveillance dalam laporannya juga menunjukkan pada periode yang sama bahwa tingkat ekspor Malaysia naik 8,3% dibandingkan bulan sebelumnya.

Kenaikan dalam harga CPO juga berpotensi ditopang oleh penguatan harga minyak mentah, dimana minyak Brent dibuka di atas level USD60 per barel karena ekspektasi OPEC mendukung rencana untuk perpanjangan waktu pengurangan produksi lebih lanjut yang saat ini berakhir Maret 2018.

Sementara itu yang dapat menjadi beban untuk harga CPO pada hari ini adalah potensi penguatan ringgit.

Hingga pukul 11:08 WIB, ringgit bergerak di level 4.2370 per dolar AS. Ringgit yang lebih kuat akan membuat harga CPO menjadi lebih mahal untuk pemilik mata uang lainnya.

Sedangkan harga CPO terpantau bergerak naik 1.21% di level 2.851 ringgit per ton. Potensi rentang pergerakan terlihat di antara level 2.830 – 2.880. (*)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]