Jakarta – Tren positif untuk pergerakan harga CPO masih dapat berlanjut pada hari ini, Kamis, 28 Desember 2017, di tengah sentimen laporan ekspor, ekspektasi produksi tahun depan serta menguatnya harga minyak nabati lainnya.
Mengutip riset Monex Investindo Futures, harga CPO sendiri ditutup menguat 1,5% di level 2.538 ringgit per ton di Bursa Malaysia Derivatif Exchange kemarin, secara beruntun selama tiga sesi.
Pada hari Selasa, perusahaan kargo Intertek Testing Services dan Societe Generale de Surveillance melaporkan adanya kenaikan ekspor CPO Malaysia sekitar 1% untuk periode 1-25 Desember dari bulan sebelumnya.
Sementara itu untuk produksi, diperkirakan akan turun sampai kuartal pertama tahun depan yang sejalan dengan tren musiman.
Produksi terakhir di bulan November turun 3.3% menjadi 1.94 juta ton. Harga CPO juga terimbas oleh pergerakan minyak nabati lainnya, karena mereka bersaing untuk pangsa pasar minyak naba global.
Nilai kontrak minyak kedelai bulan Maret di Chicago Board of Trade naik 0.3%, sementara itu kontrak minyak kedelai bulan Mei di Dalian Commodity Exchange naik 0.7%.
“Untuk potensi rentang perdagangan hari ini terlihat di antara 2400.00 – 2550.00. Untuk sisi atasnya, sebelum mengincar ke area 2550.00, harga harus menembus ke atas level 2500.00 terlebih dahulu. Begitu juga sisi bawahnya, sebelum mengincar ke area 2400.00, harga harus menembus ke bawah
level 2450.00,” kata Research Staff & Market Analyst Monex Investindo Futures, Faisyal. (*)
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More