Market Update

Harga Bitcoin Rebound Pasca Crash, Analis Beberkan Pemicunya

Poin Penting

  • Bitcoin melonjak 4,24 persen ke level USD121.750 (Rp2,01 miliar), dengan dominasi pasar 59,48 persen dan total kapitalisasi kripto mencapai USD3,86 triliun.
  • Kenaikan harga dipicu meredanya ketegangan dagang AS–China, usai pernyataan kedua pihak untuk melanjutkan negosiasi, memulihkan sentimen pasar global.
  • Sebelumnya pasar sempat terguncang, dengan likuidasi kripto terbesar dalam sejarah senilai USD19 miliar akibat kebijakan tarif dan ekspor AS, menegaskan kerentanan pasar terhadap geopolitik.

Jakarta – Bitcoin (BTC) menguat sebanyak 4,24 persen dan bertengger di posisi USD121.750 atau setara dengan Rp2,01 miliar. Dominasi pasar BTC (BTC.D) kini berada di level 59,48 persen, sementara total kapitalisasi pasar aset kripto menjadi USD3,86 triliun.

Financial Expert Ajaib, Panji Yudha, mengatakan pasar kripto melonjak tajam dalam 24 jam terakhir, setelah anjlok parah di akhir pekan lalu. Kenaikan ini dipicu oleh meredanya ketegangan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. 

“Pernyataan dari kedua pihak pada Minggu (12/10) mengindikasikan kesiapan untuk melanjutkan negosiasi, memunculkan harapan baru bagi pemulihan pasar global,” ucap Panji dalam risetnya di Jakarta, 13 Oktober 2025.

Baca juga: Bitcoin Lanjutkan Pergerakan Positif usai Cetak Rekor ATH Kemarin

Di samping itu, kata Panji, kenaikan harga Bitcoin ini merupakan respons terhadap guncangan hebat yang melanda pasar pada perdagangan Jumat (10/10). Pengumuman Presiden AS, Donald Trump mengenai kenaikan tarif 100 persen pada impor China dan kontrol ekspor perangkat lunak memicu gejolak geopolitik ekstrem.

Menurut data Coinglass, peristiwa ini menyebabkan likuidasi kripto terbesar dalam sejarah, dengan lebih dari USD19 miliar posisi leveraged terhapus hanya dalam 24 jam, memukul sekitar 1,6 juta trader. 

Baca juga: LPEM FEB UI Gelar Diseminasi Hasil Studi Ekonomi Kripto

Dampak dari hal tersebut mendorong BTC memimpin kerugian atau anjlok lebih dari 12 persen dari ATH di atas USD125.000 menjadi di bawah USD113.000. BTC sendiri menanggung likuidasi sebesar USD5,34 miliar, diikuti Ethereum USD4,39 miliar, dan Solana USD2 miliar.

Likuidasi dramatis ini menegaskan betapa rentannya pasar kripto terhadap peristiwa geopolitik. Investor kini mencermati perkembangan negosiasi dagang AS-China, yang menjadi kunci utama stabilitas pasar digital dan tradisional di kuartal IV. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

9 hours ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

10 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

11 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

11 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

11 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

11 hours ago