Ilustrasi: Harga beras mulai mahal dan langka/istimewa
Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan harga beras mengalami penurunan di seluruh tingkatan, mulai dari penggilingan, grosir, hingga eceran pada April 2025.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyebutkan bahwa harga beras di tingkat grosir pada April 2025 turun sebesar 0,21 persen secara bulanan (mont to monh/mtm) dan 0,80 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Harga beras grosir menjadi sebesar Rp13.728 per kg, turun tipis dibandingkan bulan sebelumnya, yang sebesar Rp13.757 per kg.
Baca juga: Harga Beras Terus Naik di Tingkat Grosir Maupun Eceran di Maret 2025
“Di tingkat grosir terjadi deflasi sebesar 0,21 persen secara month to month dan terjadi deflasi 0,80 persen secara yoy,” kata Pudji dalam rilis BPS, Jumat, 2 Mei 2025.
Di tingkat eceran, deflasi beras tercatat sebesar 0,05 persen mtm dan 1,42 persen yoy, atau menjadi Rp14.787 per kg, turun dari Rp14.794 per kg pada Maret 2025.
Baca juga: BPS Ungkap Data Harga Beras Grosir-Eceran Naik Terus, Ini Rinciannya
Sementara itu, di tingkat penggilingan, harga beras mengalami penurunan sebesar 1,19 persen mtm dan 2,14 persen yoy, menjadi Rp12.734 per kg dari Rp12.887 per kg pada Maret 2025.
“Harga beras yang kami sampaikan merupakan rata-rata harga beras yang mencakup berbagai jenis kualitas dan juga mencakup seluruh wilayah di Indonesia,” tandasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More