Ilustrasi: BBM Pertamina non subsidi/istimewa
Poin Penting
Jakarta – PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) umum di seluruh Indonesia yang berlaku mulai 1 Maret 2026. Penyesuaian ini dilakukan untuk mengimplementasikan ketentuan pemerintah terkait formula harga dasar BBM.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan, penyesuaian harga tersebut dilakukan dengan mengacu pada formula harga yang ditetapkan pemerintah serta mengikuti perkembangan tren harga rata-rata publikasi minyak dunia, seperti Argus atau Mean of Platts Singapore (MOPS), dan mempertimbangkan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
“Penyesuaian harga BBM Non-Subsidi dilakukan secara berkala dan tetap menjadikan harga Pertamax dan Dex Series sebagai yang paling kompetitif,”ujar Roberth dikutip laman pertaminapartaniaga, 1 Maret 2026.
Dalam pengumuman resminya, Pertamina menyatakan bahwa perubahan harga tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 mengenai formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM umum jenis bensin dan solar yang disalurkan melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
“PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran jenis BBM umum,” tulis Pertamina dalam pengumuman resminya.
Baca juga: Harga Minyak Terancam Melonjak Imbas AS dan Israel Serang Iran
Berdasarkan daftar harga terbaru, sejumlah BBM nonsubsidi mengalami kenaikan. Pertamax Green (RON 95) naik menjadi Rp12.900 per liter dari sebelumnya Rp12.350 per liter.
Kemudian, Pertamax Turbo (RON 98) naik menjadi Rp13.100 per liter dari sebelumnya Rp12.700 per liter.
Selanjutnya, Dexlite mengalami kenaikan menjadi Rp14.200 per liter dari sebelumnya Rp13.500 per liter. Sementara, Pertamina Dex juga naik menjadi Rp14.500 per liter dari sebelumnya Rp13.500 per liter.
Adapun Pertamax (RON 92) tercatat berada di level Rp12.350 per liter. Di sisi lain, BBM subsidi tidak mengalami perubahan harga, yakni Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan solar subsidi atau biosolar tetap Rp6.800 per liter.
Baca juga: Menko Airlangga Ungkap Arah BBM B50, Ini Jadwal Implementasinya
Penyesuaian harga ini merupakan bagian dari mekanisme evaluasi berkala yang dilakukan Pertamina mengikuti pergerakan parameter harga energi global serta kebijakan pemerintah yang berlaku.
Poin Penting Konflik AS–Israel dan Iran memicu volatilitas IHSG, berpotensi terjadi koreksi wajar dan fase… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,44 persen ke level 8.235,48 pada pekan 23–27 Februari 2026, diikuti… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,44 persen ke level 8.235,48 dan kapitalisasi pasar turun 1,03 persen… Read More
Poin Penting Bank Mega Syariah dan PT Berdikari luncurkan Tabungan Rencana Kurban berbasis layanan keuangan… Read More
Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga WARGA dunia hari-hari ini dibuat cemas. Timur Tengah… Read More
Poin Penting Konflik AS–Israel vs Iran ancam 20 persen pasokan minyak global dan dorong harga… Read More