Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group
TIDAK ada Presiden Indonesia yang tidak menaikan harga BBM bersubsidi, kecuali B.J. Habibie. Presiden Joko Widodo sudah 7 kali mengkoreksi harga BBM bersubsidi sepanjang 8 tahun pemerintahannya. Wajar saja, karena subsidi dan kompensasi yang membengkak, tidak tepat sasaran. Sudah tahu tidak tepat sasaran kenapa maju mundur, antara naik dan tidak naik. Hal inilah yang justru mengacaukan ekspektasi inflasi.
Dan, juga masalahnya, sekarang tidak ada yang menangis. Partai-partai irit bicara, termasuk partai oposisi, tidak seperti tahun 2005 yang bak sinetron Indonesia penuh derai tangis, dan kini beredar di medsos. Kali ini tiada tangis mengiringi kenaikan BBM.
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting OJK telah menyelesaikan penyidikan kasus dugaan transaksi semu saham PT Sriwahana Adityakarta Tbk… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More