Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group
TIDAK ada Presiden Indonesia yang tidak menaikan harga BBM bersubsidi, kecuali B.J. Habibie. Presiden Joko Widodo sudah 7 kali mengkoreksi harga BBM bersubsidi sepanjang 8 tahun pemerintahannya. Wajar saja, karena subsidi dan kompensasi yang membengkak, tidak tepat sasaran. Sudah tahu tidak tepat sasaran kenapa maju mundur, antara naik dan tidak naik. Hal inilah yang justru mengacaukan ekspektasi inflasi.
Dan, juga masalahnya, sekarang tidak ada yang menangis. Partai-partai irit bicara, termasuk partai oposisi, tidak seperti tahun 2005 yang bak sinetron Indonesia penuh derai tangis, dan kini beredar di medsos. Kali ini tiada tangis mengiringi kenaikan BBM.
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More