Ilustrasi: BSU tahap I untuk para pekerja cair hari ini, 24 Juni 2025. (Foto: istimewa)
Jakarta – Harga ayam yang sempat terpuruk kian membaik. Membaiknya harga ayam karena mulai berkurangnya stok serta serapan yang lancar. Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) bahkan memprediksi, minggu depan harga ayam sudah bisa kembali ke kisaran harga referensi yang ditetapkan pemerintah.
Pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Ketua Umum Pinsar Indonesia Singgih Januratmoko seperti dikutip di Jakarta, Selasa, 2 Juli 2019. Pihaknya mengapresiasi langkah Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang mendorong penyerapan ayam potong bagi kalangan ritel. Langkah ini diyakini membantu harga ayam dapat terus membaik ke depannya.
“Lumayanlah. Semua full speed. Serapannya ramai, kemudian memang stoknya mulai berkurang,” ujarnya.
Dirinya menyatakan, jatuhnya harga ayam sudah mulai terasa sejak September 2018. Penyebabnya karena adanya oversuplai. Namun saat ini, harga ayam sudah mulai menyentuh Rp15.000-16.000 di Pulau Jawa. Diharapkan dengan upaya tambahan terkait penyerapan ayam, harga ayam potong bisa kembali menyentuh harga referensi.
“Memang kemarin itu stok di kandang banyak sekali. Jadi, harga ayam sampai Rp5 ribu per kilogram selama 2 mingguan,” tutur Singgih.
Dijelaskannya, Kemendag sebenarnya mengatur harga ayam potong di kisaran Rp18.000-20.000. Penetapan tersebut tertuang dalam Permendag Nomor 96 Tahun 2018.
Singgih pun berharap harga ayam potong bisa kembali menyentuh harga referensi guna menutupi biaya produksi yang tinggi. Pasalnya, biaya produksi ayam potong disebut mencapai Rp18.500-19.000 per kilogram. Tingginya biaya produksi sendiri dikarenakan harga jagung yang dirasa masih cukup mahal yakni berada pada kisaran Rp4.500 per kilogram.
“Insayaallah minggu depan bisa ke harga referensi,” harapnya.
Untuk menaikkan harga ayam agar tidak merugikan peternak, Kemendag telah meminta kementerian dan instansi terkait untuk menyerap pasokan daging ayam ras potong dari peternak. Tidak hanya itu, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) pun didorong melakukan hal yang sama.
“Semua upaya ini dimaksudkan untuk menstabilkan harga ayam ras potong,” jelas Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Tjahya Widayanti.
Upaya lain yang dilakukan untuk mendongkrak harga ayam, lanjut Tjahya, yaitu dengan menggelar bazar daging ayam ras di lingkungan Kemendag. Di mana harga jualnya di tingkat konsumen sebesar Rp32.000/kg. Kemendag juga mengimbau kementerian dan instansi lain turut menggelar bazar serupa.
“Kami juga meminta komitmen dari para pelaku usaha perunggasan untuk mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah sehingga kondisi ini tidak terulang kembali di masa mendatang,” ucap Tjahya.
Dia menjelaskan, menurunnya harga ayam ras potong di tingkat peternak merupakan cerminan dari kondisi keseimbangan persediaan dan permintaan yang terjadi saat ini. Berdasarkan pantauan Kemendag, saat ini cold storage yang dimiliki masing-masing rumah potong ayam (RPA) dalam kondisi penuh.
Sebagian besar RPA bahkan harus menyewa cold storage baru untuk menyimpan karkas beku. Kondisi seperti ini belum pernah terjadi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. “Dengan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah, diharapkan keseimbangan persediaan dan permintaan ayam ras potong dapat kembali pulih kepada tingkat yang wajar dalam waktu dekat ini,” pungkasnya. (*)
Poin Penting Amartha meluncurkan Amartha Empower, portal donasi, zakat, dan sedekah untuk memperluas pemberdayaan ekonomi… Read More
Poin Penting: Jasa Marga menyediakan akses CCTV di ruas tol yang dapat dipantau real-time melalui… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan batas defisit APBN 3 persen dari PDB tetap dipertahankan.… Read More
Poin Penting Pertamina mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying BBM karena dapat mengganggu distribusi energi.… Read More
Poin Penting Hutama Karya memberikan diskon tarif tol 30 persen di sejumlah ruas Jalan Tol… Read More
Poin Penting KB Bank menyalurkan pembiayaan Rp500 miliar kepada PNM untuk memperluas akses modal bagi… Read More