Poin Penting
Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat nilai transaksi selama periode 10-16 Desember 2025 mencapai Rp36,4 triliun, melampaui target yang dipatok di kisaran Rp33-34 triliun.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan, kinerja Harbolnas tahun ini mencatat pertumbuhan signifikan dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp31,2 triliun.
“Dalam penyelenggaraan tahun ini, Harbolnas 2025 mencetak total transaksi sebesar Rp36,4 triliun atau meningkat 17 persen dibanding total transaksi tahun lalu,” ujar Mendag Budi dikutip dari ANTARA, Senin, 5 Januari 2026.
“Harbolnas berhasil membuktikan perayaan belanja dapat menjadi momentum strategis, yaitu sebagai stimulus dalam meningkatkan daya beli masyarakat jelang akhir tahun,” sambungnya.
Baca juga: Dorong Produk Lokal, Transaksi Harbolnas 2025 Ditargetkan Tembus Rp35 Triliun
Sepanjang penyelenggaraan Harbolnas 2025, lebih dari 1.300 pelaku usaha terlibat, mencakup pedagang (merchant), ritel daring, hingga penyedia platform lokapasar (marketplace).
Mendag Budi merinci kontribusi produk lokal tercatat mencapai 45,6 persen dari total transaksi atau setara Rp16,6 triliun. Angka ini meningkat 3 persen atau sekitar Rp500 miliar dibandingkan realisasi pada 2024.
Adapun kategori produk lokal yang paling banyak diburu konsumen meliputi fesyen dan pakaian olahraga, produk perawatan diri, serta makanan dan minuman.
Baca juga: Optimalkan Peluang Hari Ritel Nasional dan Harbolnas, Aprindo Bekali UMKM Strategi Digital
Menurut Mendag, kinerja produk lokal selama Harbolnas mencerminkan semakin kuatnya preferensi masyarakat terhadap produk dalam negeri di platform digital. Pemerintah pun berkomitmen mendorong UMKM agar mampu bersaing secara berkelanjutan.
“Caranya adalah dengan mendorong peningkatan kualitas produk, perluasan jangkauan pasar, serta penguatan kapasitas digital agar mampu bersaing secara berkelanjutan,” bebernya.
Baca juga: Mandiri Taspen Luncurkan SiMantap Laundry untuk Pensiunan dan UMKM Digital
Ke depan, lanjut Mendag, Harbolnas diharapkan terus menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV, seiring sinergi dengan program Every Purchase is Cheap (EPIC) Sale dan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Great Sale yang menargetkan total transaksi hingga Rp110 triliun sepanjang 2025.
“Pelaku usaha juga diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengembangkan skala usaha, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan kapasitas digital di tengah ekosistem perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) yang semakin kompetitif,” pungkasnya. (*)
Poin Penting: Status Gunung Tambora dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) akibat… Read More
Poin Penting Darmansyah menilai konsolidasi internal OJK penting agar seluruh organisasi memiliki arah yang sama… Read More
Poin Penting: Pemerintah menyiapkan RUU Perumahan yang telah mendapat persetujuan Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo.… Read More
Poin Penting Belanja pemerintah pusat hingga Februari 2026 mencapai Rp346,1 triliun (11 persen pagu APBN),… Read More
Poin Penting Penerimaan pajak Februari 2026 mencapai Rp245,1 triliun, tumbuh 30,4 persen atau 10,4 persen… Read More
Poin Penting Perlindungan industri asuransi dari klaim tidak berdasar dinilai krusial, selain upaya menghadirkan skema… Read More