Asuransi
Jakarta – Chairman Infobank Institute Eko B. Supriyanto meminta industri asuransi untuk tetap tenang di tengah ramainya isu skandal dan pailit beberapa perusahaan asuransi besar. Karena mau bagaiamana pun, kata dia, masyarakat tetap butuh proteksi, maka industri asuransi masih akan tetap dibutuhkan oleh masyarakat.
“Orang tetap butuh perlindungan, kami yakin itu. Dan kami terus memberi semangat kepada industri untuk bagaimana mencari jalan terbaik. Bagaimana saat ini Infobank menjadi bagian mendidik publik, mendidik masyarakat, para nasabah, pemegang polis,” ujarnya dalam webinar bertajuk “Managing The Unexpected; Lessons for Insurance Industry by Learning from Failure Cases to Reach Sustainable Performance during Pandemic Covid-19” yang diadakan Infobank, Jumat, 6 Agustus 2021.
Ia pun kembali mengingatkan masyarakat, skandal dan pailitnya beberapa perusahaan asuransi di Indonesia tak bisa dijadikan generalisasi bahwa kebanyakan perusahaan asuransi demikian. Menurutnya, masih banyak perusahaan asuransi yang berkinerja sangat baik.
“Kami terus mendukung OJK bahwa selama ini OJK sudah melakukan pengawasan, dan terutama untuk kasus Kresna Life. Sudah berupaya keras bagaimana mencegah ini tidak terjadi. Bahwa likuidasi ataupun pailit harus lewat Otoritas Jasa Keuangan,” tambahnya.
Ke depannya, Eko berharap, ada kejelasan ihwal cara memperlakukan grup perusahaan asuransi. “Kita bicara tentang bagaimana melindungi pemegang polis, bagaimana mengelola industri asuransi yang lebih baik. Kami berharap Otoritas Jasa Keuangan terus melakukan pengawasan dan pembinaan yang lebih kuat,” pungkasnya. (*) Steven
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More