Ilustrasi: Krisis utang negara Afrika. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Negoisasi penambahan plafon utang Amerika Serikat (AS) akhirnya telah menemui titik terang. Presiden AS Joe Biden dan Ketua DPR Kevin McCarthy sepakat untuk menaikkan plafon utang AS menjadi USD31,4 triliun hingga 1 Januari 2025.
Biden dan McCarthy melakukan pembicaraan melalui telepon pada Sabtu (27/5) petang untuk membahas kesepakatan plafon utang itu. Kesepakatan itu diyakini mencegah gagal bayar utang yang berakibat destabilisasi ekonomi.
“Ini adalah kesepakatan yang merupakan kabar baik bagi rakyat Amerika dan menghilangkan ancaman gagal bayar yang dahsyat, melindungi pemulihan ekonomi kita yang diperoleh dengan susah payah dan bersejarah,” kata Biden seperti dikutip Reuters, Senin, 29 Mei 2023.
Kesepakatan tersebut akan berhasil asalkan para pihak berhasil meloloskannya di Kongres, yang terbagi dengan selisih kursi tipis. “Saya sangat mendesak untuk meloloskan kesepakatan itu,” tegas Biden.
Di sisi lain, kesepakatan itu mendapat kecaman dari Partai Republik garis keras dan Demokrat progresif. Tetapi, Biden dan McCarthy tetap yakin akan mendapatkan cukup suara dari kedua belah pihak.
Sebelumnya, McCarthy memperkirakan dia akan mendapat dukungan dari mayoritas rekan-rekannya dari Partai Republik, dan pemimpin DPR Demokrat Hakeem Jeffries.
Sementara, Pemimpin Senat Republik Mitch McConnell meminta Senat untuk bertindak cepat untuk mengesahkannya tanpa penundaan yang tidak perlu setelah melewati DPR.
“Perjanjian hari ini membuat kemajuan mendesak untuk menjaga kepercayaan dan penghargaan penuh bangsa kita dan langkah yang sangat dibutuhkan untuk mengatur rumah keuangannya,” kata McConnell.
Dampak potensi gagal bayar AS cukup mengerikan. Hal tersebut dapat menyebabkan pasar keuangan membeku dan memicu krisis keuangan internasional.
Analis mengatakan jutaan pekerjaan akan hilang, tingkat pinjaman dan pengangguran akan melonjak, dan pasar saham dapat menghapus triliunan dollar AS kekayaan rumah tangga. Hal itu semua akan menghancurkan pasar dengan nilai USD24 triliun untuk utang Treasury.(*)
Poin Penting OJK dan Pemerintah Inggris Raya membentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklimuntuk mempercepat pembiayaan iklim… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 1,04 persen ke level 8.235,26 akibat sentimen negatif dari kebijakan… Read More
Poin Penting: Pikap India Mahindra Scorpio telah diserahkan ke Kopdes Merah Putih di Surabaya dengan… Read More
Poin Penting Investor syariah melakukan 30,6 miliar saham dengan frekuensi 2,7 juta kali pada 2025.… Read More
Poin Penting OJK menyetujui merger empat BPR di Priangan Timur menjadi PT BPR Nusamba Tanjungsari… Read More
Poin Penting BCA tetap memimpin laba bersih – PT Bank Central Asia (BCA) mencatat laba… Read More