Keuangan

Hanwha Universal Life Luncurkan Produk dengan Konsep K-Insurance, Apa Manfaatnya?

Jakarta – Hanwha Life Insurance Indonesia (Hanwha Life) meluncurkan Hanwha Universal Life, dengan konsep K-Insurance dalam perencanaan keuangan. Hal ini seiring dengan popularitas budaya Korea di Indonesia mulai dari K-Food, K-Pop hingga K-Drama.

Chief Marketing Strategy Officer Hanwha Life Indonesia, Chang Woo Han mengatakan, Hanwha Life menyediakan nilai utama asuransi jiwa berupa perlindungan finansial jangka panjang sekaligus memperkenalkan perencanaan finansial gaya Korea yang terstruktur serta aman. 

Harapannya, Hanwha Life dapat mendampingi masyarakat Indonesia yang sudah mencintai budaya Korea, untuk merencanakan masa depan keuangan secara cerdas.

“Hanwha Universal Life merupakan solusi finansial yang menggabungkan proteksi asuransi dengan akumulasi nilai tunai. Produk ini dirancang agar dapat diubah sesuai kebutuhan, memungkinkan nasabah menyesuaikan Hanwha Universal Life dengan tujuan keuangan dan tahapan kehidupan,” katanya, dikutip Selasa, 20 Mei 2025.

Baca juga : Panin Dai-ichi Life Luncurkan Asuransi Syariah Penyakit Kritis, Premi Mulai Rp500 Ribu

Diketahui, Hanwha Universal Life menawarkan pertanggungan asuransi hingga usia 90 tahun yang memberikan perlindungan jangka panjang terhadap risiko kematian. 

Selain itu, Hanwha Universal Life memungkinkan pemegang polis mendapatkan akumulasi nilai tunai dari hasil investasi yang terjamin suku bunga minimum – sebuah fitur penting yang memberikan ketenangan dalam kondisi pasar yang tidak pasti.

Lebih lanjut, salah satu keunggulan utama Hanwha Universal Life adalah fleksibilitas. Pemegang Polis dapat memilih opsi pembayaran premi berdasarkan kenyamanan finansial, juga menikmati fleksibilitas lebih besar setelah tahun polis ketiga. 

Ke depannya, akumulasi nilai tunai dapat digunakan untuk tujuan keuangan penting seperti pensiun, pendidikan anak, atau perencanaan warisan – menjadikan Hanwha Universal Life sangat tepat untuk keuangan jangka panjang yang kuat.

Baca juga : Bos OJK Blak-blakan Soal Rencana Asuransi Program MBG

Sebagai informasi, di Korea Selatan sendiri, produk asuransi universal yang memadukan fitur perlindungan dan tabungan sangat populer sejak tahun 2010. 

Tren ini muncul sebagai respon terhadap permintaan nasabah yang beragam serta meningkatnya kesadaran akan asuransi sebagai aset keuangan yang likuid. 

Kini, Hanwha Life membawa konsep yang sudah matang di Korea ini ke Indonesia yang industri asuransinya sedang berkembang.

Melalui K-Insurance, Hanwha Life tidak hanya memperkenalkan produk baru – tetapi juga berbagi filosofi keuangan yang berakar pada nilai-nilai Korea. 

Yakni, memperkenalkan pengelolaan keuangan yang sistematis serta bertanggung jawab, dan menawarkan kesempatan kepada masyarakat Indonesia untuk membangun masa depan yang lebih aman serta terencana lewat pendekatan budaya yang dapat diterima secara positif.

PT Hanwha Life Insurance Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 24 Oktober 2013. 

Pada Q1 2025, Hanwha Life memiliki total aset Rp2,16 triliun dan tingkat solvabilitas (RBC) 878,63 persen, serta telah membayarkan klaim dan manfaat kepada nasabah sebesar Rp35,48 miliar. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Dana THR 2026 Siap Dicairkan, Purbaya: Tinggal Tunggu Pengumuman Presiden

Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More

10 mins ago

Bank Mandiri Hadirkan Program Berbagi Takjil di Menara Mandiri Sudirman

Poin Penting Bank Mandiri sediakan berbuka puasa di Menara Mandiri lewat Livin’ by Mandiri. Program… Read More

49 mins ago

Bank OCBC NISP Mau Buyback Saham Rp1 Miliar, Ini Tujuannya

Poin Penting Bank OCBC NISP rencanakan buyback saham Rp1 miliar untuk remunerasi variabel manajemen dan… Read More

1 hour ago

BGN Janji Tindaklanjuti Menu MBG Ramadan yang Melenceng dari Anggaran

Poin Penting BGN siap menindaklanjuti laporan masyarakat terkait polemik menu MBG Ramadan. Anggaran bahan baku MBG ditetapkan Rp8.000–Rp10.000 per… Read More

1 hour ago

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Januari 2026 Anjlok 14 Persen

Poin Penting Penerimaan kepabeanan dan cukai Januari 2026 tercatat Rp22,6 triliun (6,7 persen pagu APBN),… Read More

1 hour ago

KSPN Kritik Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India untuk Kopdes Merah Putih

Poin Penting Presiden KSPN Ristadi meminta Presiden Prabowo membatalkan rencana impor 105 ribu kendaraan untuk… Read More

2 hours ago