News Update

Hanwha Optimis Bisa IPO di 2020

Jakarta – Perusahaan asuransi jiwa asal Korea Selatan, Hanwha Life Insurance Indonesia memastikan rencana pencatatan saham lewat mekanisme initial public offering (IPO) masih tetap berjalan.

Chief Bancassurance and Agency Officer Direktor Hanwha, Henry Januar mengatakan rencana IPO kemungkinan besar baru bisa dilakukan pihaknya pada 2020.

“Syarat IPO itu perusahaan harus profit dua tahun berturut-turut. Kita optimis di 2020 kita sudah bisa lakukan itu, kalau bisa lebih cepat kenapa tidak,” kata Henry di Jakarta, Rabu, 5 April 2017.

Henry sendiri tak menampik tahun lalu kondisi perusahaan masih merugi hingga Rp90 miliar. Maklum, perusahaan asuransi satu ini baru masuk ke Indonesia di 2013. Sehingga butuh dana besar untuk melakukan ekspansi, mulai dari cabang hingga SDM.

Dengan adanya suntikan modal hingga Rp1,7 triliun dari induk usaha di akhir 2016, Henry yakin hingga 2020 pihaknya sudah dapat membukukan profit.

“Adanya capital injection kita sudah harus untung,” jelasnya.

Untuk prosentase pelepasan jumlah saham, lanjut Henry kemungkinan besar pihak perusahaan akan melepas saham hingga diatas 20%, dengan nilai mencapai diatas Rp500 miliar.

Upaya mewujudkan itu dilakukan dengan melakukan perbaikan usaha, salah satunya menambah jumlah kantor cabang tahun ini dari 12 menjadi 18.

Selain itu, Hanwha juga memperkenalkan program pelatihan bertajuk Hanwa Financial Planner (HFP), yakni program pelatihan tenaga pemasar yang mengakomodasi kepentingan pasar menengah atas.

Dengan cabang dan sdm yang kuat, Hanwha optimis kedepan sudah bisa menghasilkan profit dan bisa mulus untuk IPO. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

12 mins ago

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

6 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

7 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

7 hours ago

Dorong Inklusi Investasi Saham, OCBC Sekuritas dan Makmur Sepakati Kerja Sama Strategis

Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More

9 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

11 hours ago