Jakarta–PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) optimis akan capai pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 20 persen pada tahun ini, seperti diungkapkan Martin Lee, Presiden Direktur perseroan di Jakarta, hari ini.
Menurut Martin, pihaknya akan terus mengembangkan produk dan layanan bisnis wealth management dalam mencapai target DPK tersebut, yang akan diupayakan mencpai Rp22,55 triliun pada tahun ini.
“Kita akan terus kembangkan produk wealth management agar para nasabah kita bisa betah di Hana Bank. Salah satunya kita buat dengan bekerja sama dengan Schroder,” timpal Gempur Eskandaru, Head of Funding and Wealth Management Business Division Bank KEB Hana Indonesia
Per akhir 2016, total dana kelolaan bisnis wealth management perseroan mencapai Rp2,5 triliun, dan ditargetkan meningkat menjadi Rp3 triliun pada tahun 2017.
Gempur menjelaskan, tambahan produk Schroder ini akan meningkatkan dana kelolaan wealth management, karena selama ini nasabah masih banyak nasabah menempatkan dana di asuransi, dan sedikit menempatkan dana di fund manager. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Survei Amar Bank terhadap 1.600 responden menunjukkan 87 persen masyarakat mengalami kenaikan pengeluaran… Read More
Poin Penting Investor asing melakukan net sell besar pada saham bank jumbo, dipimpin BBCA Rp400,11… Read More
Poin Penting Bank Indonesia mencatat kredit perbankan tumbuh 9,37 persen (yoy) pada Februari 2026, sedikit… Read More
Poin Penting One way mudik 2026 secara nasional direncanakan berlaku pada 18 Maret 2026 pukul… Read More
Poin Penting Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 3,1 persen dari sebelumnya… Read More
Poin Penting Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75 persen pada Maret 2026, dengan suku… Read More