Ilustrasi: Bed Bath & Beyond. Foto: Istimewa.
Jakarta – Badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sejumlah perusahaan global belum mereda. Kali ini, peritel ternama asal Amerika Serikat (AS), Bed Bath & Beyond Inc dikabarkan akan memberhentikan ribuan karyawannya.
Menukil Reuters, Senin, 27 Maret 2023, diperkirakan sebanyak 1.300 karyawan Bed Bath & Beyond Inc akan dirumahkan. Mereka berasal dari empat lokasi di New Jersey, AS.
Bed Bath & Beyond Inc akan melakukan PHK massal tersebut sebelum perubahan undang-undang (UU) Keternagakerjaan di AS berlaku.
Diketahui bahwa pada April 2023, AS mulai memberlakukan UU Ketenagakerjaan yang di dalamnya mengatur setiap perusahaan dengan 100 karyawan atau lebih wajib memberi tahu karyawan mereka 90 hari sebelum penutupan pabrik atau PHK massal.
Dengan kata lain, perusahaan di AS hanya bisa memberhentikan karyawannya 90 hari atau tiga bulan setelah pemberitahuan penutupan atau PHK massal.
Berbagai upaya telah dilakukan Bed Bath & Beyond untuk mengatasi kebangkrutan. Pada bulan lalu, mereka berencana mengumpulkan sekitar $1 miliar, melalui penawaran saham preferen dan waran. Ini dilakukan untuk menghindari kebangkrutan.
Sementara, PHK yang terjadi Bed Bath & Beyond bukan yang pertama dilakukan. Sebelumnya, pada 2022 lalu, mereka telah memangkas 20% karyawan dan menutup 150 tokonya.
Langkah ini harus dilakukan oleh Bed Bath & Beyond untuk menyelamatkan perusahaannya dari ambang kebangkrutan.(*)
Poin Penting Askrindo menjalin kerja sama dengan Pemkab Bone untuk penjaminan suretyship dan asuransi umum… Read More
Poin Penting BRI Life dan RS Awal Bros Group meresmikan fasilitas rawat inap premium The… Read More
Poin Penting Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun di… Read More
Poin Penting Status Indonesia tetap di kategori Secondary Emerging Market versi FTSE Russell dan tidak… Read More
Poin Penting Ancaman siber di Indonesia meningkat tajam pada 2025, dengan jutaan serangan berhasil diblokir… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah ke Rp17.035 per dolar AS, tertekan penguatan dolar AS. Sentimen… Read More