Nasional

HAI-HIPMI Buka Keran Pendanaan Global bagi Pengusaha Lokal, Nilainya Segini

Poin Penting

  • PT Heritage Amanah Internasional (HAI) dan HIPMI bekerja sama membuka akses pendanaan global bagi pengusaha muda Indonesia.
  • HAI meluncurkan EIC sebagai platform investasi transparan dan kredibel yang melibatkan lebih dari 200.000 anggota HIPMI.
  • Investor asing siap mengucurkan dana hingga USD50 miliar per pengusaha di tahap awal, dengan fokus pada sektor pendidikan dan kesehatan.

Jakarta – PT Heritage Amanah Internasional (HAI), perusahaan penasihat kekayaan dan investasi global, bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) siap menjembatani pengusaha muda Tanah Air untuk mendapatkan akses pendanaan dari investor global.

Founder dan Group CEO PT HAI, Salina Nordin mengatakan, para investor luar negeri menunjukkan minat besar terhadap iklim investasi di Indonesia, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, rumah sakit, dan klinik.

“Sebenarnya mereka kebanyakan berasal dari investor tambang, tapi mereka tertarik investasi di Indonesia dari sisi pendidikan, kesehatan, rumah sakit dan klinik,” ujarnya.

Baca juga: Easycash Salurkan Rp77 Triliun untuk Dukung Akses Pendanaan Masyarakat Underbanked

Salina menjelaskan, pendanaan yang akan digelontorkan merupakan investasi nyata yang langsung masuk ke Indonesia. Investor global tersebut siap mendukung pengusaha-pengusaha lokal melalui kolaborasi strategis.

“Jadi investor-investor ini akan datang untuk memberi apa yang dibutuhkan pasar di Indonesia melalui lokal kita. Jadi, kita akan memiliki pembiayaan lebih baik,” jelasnya.

Ia berharap kerja sama dengan HIPMI dapat membuka peluang pendanaan bagi para pengusaha muda nasional.

“Katakanlah kalau kita mendapatkan pendanaan bagi 10 pengusaha muda pada tahap pertama yang kredibel, mungkin estimasi pendanaan sekitar USD50 miliar per pengusaha,” bebernya.

Luncurkan Elite Investment Club (EIC)

Sebagai tindak lanjut, HAI meluncurkan Elite Investment Club (EIC), platform yang dikembangkan untuk membangun ekosistem investasi yang kredibel, transparan, dan berdaya saing global.

Baca juga: Dongkrak Kredit UMKM, Bank Sampoerna Siap Suntik Pendanaan ke Fintech

Kolaborasi dengan HIPMI menjadi kemitraan pertama dalam pelaksanaan EIC, di mana HIPMI berperan sebagai mitra strategis yang menghadirkan akses bagi lebih dari 200.000 pengusaha muda Indonesia di komunitas HIPMI terhadap peluang investasi global.

Transformasi Pengusaha Muda ke Level Global

Ketua Bidang XII Bidang Investasi dan Hubungan Internasional HIPMI, M. Aaron Sampetoding mengungkapkan, kolaborasi  ini menjadi langkah nyata dalam memberdayakan anggota agar bertransformasi dari pengusaha kelas menengah menjadi pemain bisnis berskala internasional. 

Dengan dukungan kelembagaan dan jaringan yang kuat, HIPMI siap memperluas dampak EIC sebagai wadah pembelajaran, kolaborasi, dan kemitraan investasi bagi pengusaha muda Indonesia.

“EIC bagi kami tidak hanya membuka akses terhadap peluang investasi, tetapi juga memungkinkan perusahaan anggota menjalin kemitraan dengan investor dalam dan luar negeri,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Konsumsi Diproyeksi Pulih 2026, Bank Mandiri Ungkap Faktor Pendorongnya

Poin Penting Bank Mandiri memprediksi konsumsi masyarakat mulai pulih pada 2026, didorong stimulus pemerintah serta… Read More

36 mins ago

OJK Ungkap Perkembangan Spin Off UUS Perusahaan Multifinance

Poin Penting OJK memantau hasil audit laporan keuangan 2025 UUS multifinance yang telah memenuhi kriteria… Read More

58 mins ago

Cek Rekening! BRI Cairkan Dividen Interim Rp20,6 Triliun Hari Ini

Poin Penting BRI membagikan dividen interim Rp20,6 triliun atau setara Rp137 per saham untuk Tahun… Read More

1 hour ago

Kasus “Sritex” Yuddy Renaldi dan Direksi BPD, Ketika Prosedur Dikriminalisasi, Bankir “Diberangus”

Oleh Tim Infobank KASUS yang menjerat Yuddy Renaldi, Direktur Utama (Dirut) Bank BJB di Pengadilan… Read More

2 hours ago

OJK Terbitkan Aturan Penilaian Tingkat Kesehatan Sektor PPDP, Ini Poin-poinnya

Poin Penting OJK terbitkan POJK 33/2025 untuk menyempurnakan kerangka penilaian tingkat kesehatan sektor perasuransian, penjaminan,… Read More

3 hours ago

IASC Selamatkan Dana Korban Scam Rp402,5 Miliar hingga Akhir 2025

Poin Penting IASC menerima 411.055 laporan scam dengan total kerugian Rp9 triliun dan berhasil menyelamatkan… Read More

3 hours ago