Jakarta – PT Reta Consulting Indonesia (Reta) resmi meluncurkan solusi bisnis dengan pendekatan Psikologi Manusia atau disebut Economic Psychology Approach (EPA) untuk mendukung pertumbuhan bisnis.
“Kami memberikan strategi eksekusi yang akurat dan relevan untuk berbagai macam tantangan bisnis dengan berbasiskan metodologi EPA, tim profesional yang berpengalaman di berbagai macam industri serta teknologi yang memungkinkan klien untuk melihat kondisi pasar secara real-time,” kata Presiden Direktur Reta, Joedi Wisoeda dalam sebuah event business sharing bertemakan Delivering The Right Execution Strategy in Disruption Era with EPA di Mega Kuningan, Jakarta, Senin, 15 Juli 2019.
Ahli EPA Reta, Rahmat Hidayat Ph.D. menambahkan, kelebihan dari metodologi EPA adalah membantu klien dalam menciptakan keakuratan keputusan bisnis.
EPA dapat mengidentifikasi secara akurat sumber permasalahan (What factor) dan kenapa masalah tersebut bisa terjadi (Why factor).
“Hal ini dapat dilakukan karena EPA meneliti motif ekonomi serta psikologi dari pelaku bisnis tersebut,” tambah Rahmat.
Dalam kesempatan ini Reta sendiri meluncurkan 4 layanan berbasiskan EPA yaitu Reta Consulting, Reta Research, Reta Marketplace dan Reta Learning.
Selain layanan tersebut, Reta memiliki Reta Credit (uang digital) yang hanya dapat digunakan pada Website Reta Marketplace untuk membeli data ekonomi dan psikologi market (retailer, konsumen, dan lain-lain).
Selama hampir 2 tahun Reta telah berkontribusi di berbagai bidang Industri diantaranya Industri Telekomunikasi, Kosmetik, Elektronik hingga Pembayaran Digital (digital payment).
Dengan metodologi EPA, Reta mampu menjawab tantangan bisnis klien dan banyak memberikan manfaat untuk pertumbuhan bisnis. (*)
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More