Jakarta – PT Bank Aceh Syariah (Bank Aceh) memperluas jaringan di luar Sumatera. Salah satunya dengan membuka kantor cabang Jakarta.
Direktur Utama Bank Aceh Haizir Sulaiman mengatakan, kantor cabang Jakarta ini menjadi langkah Bank Aceh untuk memperluas jangkauan bisnis secara nasional.
“Visi kami adalah Bank Aceh boleh bank regional tapi kami berkiprah secara nasional dan kedepannya diperhitungkan secara global,” ujar Haizir saat acara soft launching Kantor Cabang Bank Aceh Jakarta, 20 Desember 2021.
Lebih lanjut Haizir juga mengatakan masuknya Bank Aceh ke Jakarta akan lebih membidik segmen korporasi baik dari sisi funding, lending dan trasury. “Kira-kira bisa berkontribusi 10 persen dsri total pembiayaan korporasi Bank Aceh,” ucapnya.
Dengan hadirnya Kantor Cabang Jakarta, saat ini Bank Aceh telah memiliki 186 jaringan kantor dengan 1 kantor pusat, 27 kantor cabang, 93 kantor cabang pembantu, 29 kantor kas, dan 25 kantor payment point.
Pasca konversi menjadi bank syariah oada 2016, Bank Aceh terus mencatatkan pertumbuhan yang positif. Hingga Oktober 2021, aset Bank Aceh tercatat Rp28,7 triliun tumbuh 60 persen dibandingkan saat konversi yaitu 18,7 triliun.
Pertumbuhan aset ditopang pembiayaan yang tumbuh 35 persen dari saat konversi atau mencapai Rp16,1 triliun. Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) naik 80 persen dari Rp14,8 triliun di 2016 menjadi 25,8 triliun di Oktober 2021 (*) Dicky F.
Poin Penting Bank Indonesia (BI) menambah kuota dan memajukan jadwal pemesanan tukar uang tahap kedua… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta memastikan diskon 30% tiket KA Lebaran… Read More
Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More
Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More
Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More
Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More