News Update

Hadapi Revolusi Industri, Pemerintah Diminta Tidak Latah

Jakarta– Seluruh negara di dunia saat ini sedang menghadapi revolusi industri 4.0 yang menuntut seluruh sektor industri dapat memanfaatkan teknologi dan inovasi.

Namun dalam menghadapi revolusi tersebut, Pemerintah diminta untuk jeli dan cermat memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh negara bukan latah mengikuti tren yang berkembang.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati dalam Diskusi Publik Merespons Forum Ekonomi Dunia 2018 – Tantangan Penurunan Ketimpangan Ketenagakerjaan di Cafe Tjikini Lima, Jakarta.

“Kita sering latah mengikuti tren dunia tanpa mengetahui siapa kita dalam industri. Apakah industri kita ada kelebihan dari industri itu. Saya khawatir kalau kita latah kita akan terlempar dari persaingan,”
Ungkap Enny di Cafe Tjikini Lima, Jakarta, Selasa, 23 Januari 2018 .

Enny menilai, Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan sektor pariwisata dan juga kemaritiman namun pemerintah masih belum memanfaatkan potensi tersebut dengan maksimal.

“Ketika kita tidak bisa mengejar industri berbasis teknologi maka kita bisa kembangkan industri kreatif. CPO karet rotan kita masih merajai. Industri pariwisata sangat luar biasa. Ini industri masa depan,” tambah Enny.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau pemerintah untuk mengembangkan potensi yang sesuai dengan sektor ekonomi nasional maupun daerah. Salahsatunya dapat dimulai dengan pembangunan infrastruktur daerah pariwisata agar potensi tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. (*)

Suheriadi

Recent Posts

OJK Tunjuk Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Potensi Transaksi Rp400 Triliun

Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More

2 hours ago

Riset Kampus Didorong Jadi Mesin Industri, Prabowo Siapkan Dana Rp4 Triliun

Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More

3 hours ago

Peluncuran Produk Asuransi Heritage+

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More

3 hours ago

DPR Desak OJK Bertindak Cepat Cegah Korban Baru di Kasus DSI

Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More

3 hours ago

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

7 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

10 hours ago