Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus melakukan adaptasi dalam perkembangan digital serta persaingan pasar. Dimana salahsatu strategi yang diterapkan ialah menjadi Hybrid Bank, dimana layanan BRI kepada nasabah hadir secara fisik maupun digital.
“Adaptasinya adalah BRI memposisikan sekarang sebagai hybrid bank bagaimana menggabungkan kapabilitas digital yang masiv tapi juga memanfaatkan fisiknya secara maksimal,” jelas Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI Indra Utoyo dalam Dies Natalis Perbanas Institute melalui video conference di Jakarta, Rabu 23 Juni 2021.
Pada ekosistem digital lanjut Indra, BRI hadir dalam aplikasi BRImo yang memudahkan layanan perbankan bagi nasabah. Tak hanya itu, ekosistem digital BRI juga telah tersambung dengan berbagai platfrom e-commerce hingga penyedia sistem pembayaran lainnya.
Sementara itu, dalam layanan fisik, BRI hadir melalui berbagai channel dan outlet. Dimana hingga akhir 2020 terdapat 9.538 outlet BRI yang tersebar diseluruh daerah serta 22.689 ATM dan 184 ribu EDC BRI. Tak hanya itu, sebanyak 504 ribu agen BRILink juga tersebar dan siap hadir melayani transaksi nasabah di wilayah terpencil.
Dengan seluruh komponen tersebut, Indra berharap BRI dapat terus menjangkau kebutuhan masyarakat luas dan terpencil sesuai dengan arahan Pemerintah. (*)
Editor: Rezkiana Np
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More
Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More