News Update

Hadapi Pandemi, Bank Danamon Fokus Investasi Digital

Jakarta – Dalam menyikapi pandemi Covid-19, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) menjalankan go digital dengan fokus terhadap investasi digital. Hal itu diungkapkan oleh Michellina Triwardhany, Wakil Direktur Utama Bank Danamon dalam diskusi webinar Infobank dengan tema “Manage Strategies to Maintain Well Relationship with Customers”, di Jakarta, Selasa, 9 Februari 2021.

“Di awal tahun, begitu ada pandemi, dari segi investasi kami fokuskan seluruhnya pada self service maupun remote assistant selling atau servicing dan merubah proses-proses kami sehingga nasabah tidak perlu datang ke cabang tapi bisa lakukan melalui telepon, digital, atau email,” ungkapnya.

Go digital yang dimaksud adalah mensosialisasikan secara terus menerus kepada nasabah dengan berbagai macam fitur yang ada di mobile banking Bank Danamon. Jadi, tidak hanya transaksi, bagaimana transfer atau melakukan pembayaran, tapi juga seperti membuka time deposit dan membuka deposito.

Selain itu, Bank Danamon juga melakukan engagement dengan melakukan webinar, video banking dan podcast, serta proaktif di sosial media dalam memberikan informasi produk dan services. Tak lupa, juga menerapkan prokes atau protokol kesehatan di cabang/ATM untuk keamanan dan kenyamanan customer dan karyawan.

“Yang menjadi pilar terakhir, yaitu kami menjadi advisor dan problem solver dengan memberikan informasi dan solusi mengenai perbankan kepada client,” tambahnya.

Selain itu, Bank Danamon terus meningkatkan produk dan layanannya sepanjang tahun 2020. Salah satu produk yang diluncurkan adalah Danamon Optimal. Produk ini merupakan salah satu solusi finansial yang ditujukan bagi segment berumur 25-35 tahun.

“Segment umur tersebut kebanyakan mempunyai kebutuhan finansial tersendiri, interest tersendiri. Dan produk ini dimaksudkan agar mereka bisa mencapai cita-cita finansial, tapi tetap bisa juga menjalankan lifestyle. Segment ini sangat besar dan menjanjikan. Kedepannya, merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia,” ucapnya. (*) Ayu Utami

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Laba BNI Tumbuh 3,45 Persen Jadi Rp1,68 Triliun di Januari 2026

Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More

36 mins ago

IHSG Perkasa di 8.322, CARS dan TKIM jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG ditutup naik ke level 8.322,22 pada 25 Februari 2026, dengan 336 saham… Read More

48 mins ago

5 Strategi Penting Perusahaan Asuransi Syariah Pasca Spin Off

Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More

1 hour ago

Kemenkeu Klaim Kesepakatan Pajak Digital dengan AS Tak Ganggu PPN PSME

Poin Penting Kemenkeu memastikan kesepakatan dagang dengan AS tidak mengganggu pemungutan PPN PMSE Indonesia tidak… Read More

2 hours ago

Mendes Minta Setop Izin Baru Alfamart-Indomaret di Desa, Ini Alasannya

Poin Penting Mendes mengusulkan penghentian izin baru minimarket di desa untuk melindungi usaha rakyat dan… Read More

2 hours ago

Pengiriman 8.000 TNI ke Gaza Dinilai Berisiko Bebani APBN, Celios Rekomendasikan Hal Ini

Poin Penting Celios menilai rencana pengiriman 8.000 pasukan RI ke Gaza berisiko mempersempit ruang fiskal… Read More

2 hours ago