Categories: Moneter dan Fiskal

Hadapi Omicron, Fleksibilitas APBN Jaga Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta – Pemerintah sudah memasang kuda-kuda untuk menghadapi merebaknya varian Covid-19 Omicron. Febrio Kacaribu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Kementerian Keuangan mengungkapkan salah satu caranya adalah dengan mendesain APBN yang counter-cyclical dan fleksibel sehingga mampu menahan dampak pandemi Covid-19.

Ia mengungkapkan, pada tahun ketiga semenjak pandemi, sudah banyak pelajaran yang bisa diambil mengenai kebijakan fiskal. Menurutnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini mampu menjaga pertumbuhan ekonomi. Adapun pemulihan ekonomi dan reformasi struktural tetap menjadi fokus pemerintah dengan APBN 2022.

“APBN fleksibel, kebijakan fiskal fleksibel, masyarakat juga akhirnya menjadi bagian dari fleksibilitas dan harus terus kita kalibrasi. Kalau di 2020 kita belum punya mata pelajaran pandemi, di 2021 kita sudah punya dan terus dipelajari,” jelas Febrio pada paparan virtualnya, Rabu, 12 Januari 2022.

Adapun Belanja Negara yang termuat dalam APBN 2022 mencapai Rp2.714,2 triliun. Anggaran ini terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat sejumlah Rp1944,5 triliun dan Belanja TKDD sejumlah Rp769,6 triliun. Selain itu, pemerintah juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,2% pada akhir tahun 2022.

Lebih jauh, Febrio mengungkapkan Kementerian Keuangan akan terus berkomunikasi dengan regulator lain untuk menyusun kebijakan yang antisipatif selamaa pandemi. Ia optimis momentum pertumbuhan ekonomi bisa terus dijaga dengan langkah-langkah pencegahan yang sudah dilakukan (*)

 

Editor: Rezkiana Np

Evan Yulian

Recent Posts

DJP Luncurkan Coretax Form untuk SPT Nihil, Begini Cara Aksesnya

Poin Penting Direktorat Jenderal Pajak (DJP) meluncurkan Coretax Form untuk memudahkan pelaporan SPT Tahunan PPh… Read More

2 mins ago

Pemerintah Tarik Utang Baru Rp127,3 Triliun di Januari 2026

Poin Penting Pemerintah menarik utang baru Rp127,3 triliun per Januari 2026 (15,3 persen target APBN),… Read More

18 mins ago

Kasus Kredit Macet Sritex: Ketika Pasal Karet Jadi “Hantu” Bankir dan Hadang Denyut Nadi Ekonomi

Oleh Mikail Mo, Direktur Research dari The Asian Institute for Law, Economic and Capital Market… Read More

2 hours ago

BNI Ingatkan Nasabah Waspada Modus Phishing Jelang Lebaran

Poin Penting BNI mengingatkan lonjakan transaksi Ramadan dan pencairan THR meningkatkan risiko kejahatan siber, khususnya… Read More

4 hours ago

IHSG Dibuka Menguat 0,52 Persen ke Level 8.280

Poin Penting IHSG dibuka naik 0,52 persen ke 8.323,99 saat pembukaan, didominasi 282 saham menguat.… Read More

5 hours ago

Harga Emas Hari Ini (25/2): Galeri24 dan UBS Kompak Naik, Antam Anjlok

Poin Penting Harga emas Galeri24 di Pegadaian naik Rp22.000 menjadi Rp3.085.000 per gram pada 25… Read More

5 hours ago